Lima Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Dimakamkan, Tiga Warga Masih Hilang

- Senin, 01 Juni 2026 | 18:50 WIB
Lima Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Dimakamkan, Tiga Warga Masih Hilang
PARADAPOS.COM - Lima jenazah korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Biak, Papua, akhirnya dimakamkan pada Senin, 1 Juni 2026, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Inggiri. Prosesi pemakaman berlangsung di tengah isak tangis keluarga dan warga yang masih diliputi duka. Insiden yang terjadi sehari sebelumnya, Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 14.45 WIT, di kompleks perikanan Jalan Wolter Monginsidi ini menewaskan lima orang, tiga lainnya dinyatakan hilang, dan melukai 19 warga. Ledakan dahsyat itu juga merusak sembilan unit rumah yang dihuni oleh 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi identitas kelima korban tewas. Mereka adalah Deflin Raubaba (41 tahun), Moris Raubaba (24 tahun), Karmila Ayorbaba (25 tahun), Israel Raubaba (7 tahun), serta Isril Raubaba (5 tahun). Suasana haru menyelimuti TPU Inggiri saat kelima jenazah diturunkan ke liang lahat, ditemani doa dan tangis keluarga yang tak kuasa menahan kehilangan. Sementara itu, tiga warga yang hingga kini masih dalam pencarian dinyatakan hilang. Cahyo menyebutkan nama-nama tersebut, yakni Yulianus Raubaba (26 tahun), Lae Madura (45 tahun), dan Abis Marandof (27 tahun). Upaya pencarian sempat terkendala karena lokasi kejadian dinilai belum sepenuhnya aman.

Dampak dan Penanganan Pengungsi

Ledakan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan tempat tinggal warga. Sebanyak sembilan unit rumah rusak berat, membuat puluhan penghuni kehilangan tempat bernaung. Berdasarkan laporan yang diterima, total 55 orang yang rumahnya rusak kini telah mengungsi. "Mereka saat ini ditampung di shelter yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Biak Numfor," ujar Kombes Cahyo Sukarnito di Biak, Senin, 1 Juni 2026. Pemerintah setempat bergerak cepat menyiapkan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi di tengah masa pemulihan pascaledakan.

Latar Belakang Kejadian

Peristiwa nahas ini bermula ketika warga setempat tanpa sengaja bersinggungan dengan material peledak yang diduga kuat merupakan bom peninggalan Perang Dunia II. Lokasi ledakan yang berada di kompleks perikanan menjadi saksi betapa masih mengendapnya ancaman dari masa lalu di tanah Papua. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan sterilisasi dan penyelidikan lebih lanjut di titik kejadian untuk mengantisipasi adanya material berbahaya lain yang belum terdeteksi.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler