PARADAPOS.COM - Lebih dari 10.000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan mantan pekerja sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja kini mengajukan permohonan pemulangan ke Tanah Air. Angka ini dilaporkan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Lonjakan pengaduan terjadi dalam lima bulan pertama tahun 2026, tepatnya sejak Januari hingga akhir Mei, dengan total mencapai 10.151 orang. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari total kasus sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5.088 WNI.
Lonjakan Pengaduan dan Kondisi di Lapangan
KBRI Phnom Penh mencatat bahwa secara keseluruhan, terdapat 10.287 WNI yang terlibat dalam kasus penipuan daring selama periode Januari hingga Mei 2026. Peningkatan signifikan mulai terlihat pada pertengahan Januari.
"Peningkatan jumlah pengaduan mulai terjadi pada pertengahan Januari 2026, tepatnya dalam periode 16 Januari hingga 31 Mei 2026, tercatat sebanyak 10.151 WNI telah melapor kepada KBRI Phnom Penh untuk memperoleh fasilitasi pemulangan ke Indonesia," jelas Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Phnom Penh, Krishnajie, dalam keterangan resminya pada Selasa (2/6/2026).
Selain mereka yang melapor secara sukarela, terdapat pula ratusan WNI yang terjaring dalam razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat operasi penipuan daring. Para WNI ini kemudian ditempatkan di pusat-pusat detensi untuk menjalani proses deportasi.
"Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 400 WNI berada di fasilitas detensi yang tersebar di sejumlah wilayah di Kamboja," ujar Krishnajie.
Hambatan Administrasi dan Upaya Pemulangan
Proses pemulangan WNI ini tidak dapat berjalan dengan cepat. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki paspor dan harus menanggung denda overstay yang jumlahnya tidak sedikit. Kondisi ini memaksa KBRI untuk menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), melakukan verifikasi identitas secara ketat, serta berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk meminta keringanan berupa penghapusan denda overstay.
Selama menunggu proses administrasi selesai, KBRI Phnom Penh menyediakan penampungan sementara secara selektif, khususnya bagi WNI yang mengaku kesulitan secara ekonomi. Namun, tingginya jumlah pemohon bantuan menyebabkan kapasitas penampungan saat ini sudah mencapai batas maksimum. Sebagian WNI lainnya terpaksa memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan biaya hidup sehari-hari secara mandiri.
"Meskipun proses pemulangan terus dilaksanakan, jumlah WNI yang berhasil kembali ke Indonesia masih belum dapat mengimbangi laju pertambahan pengaduan baru yang diterima setiap hari," ungkapnya.
Data Kepulangan dan Imbauan Tegas
Krishnajie memaparkan data terkini bahwa sejak akhir Januari hingga 31 Mei 2026, baru 3.879 WNI yang telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia. Sementara itu, jumlah WNI yang telah mendapat persetujuan penghapusan denda overstay mencapai 5.950 orang.
Ia pun mengimbau para WNI yang dokumennya sudah lengkap untuk segera bertindak.
"Jumlah WNI yang mengajukan fasilitasi kepulangan terus bertambah setiap hari. Kami mengimbau kepada WNI yang dokumennya telah selesai dan telah memperoleh penghapusan denda overstay agar segera kembali ke Indonesia sehingga proses penanganan terhadap WNI lainnya dapat berlangsung secara lebih optimal," tegasnya.
Selain itu, Krishnajie juga mengingatkan bahwa otoritas Kamboja kini semakin tegas terhadap seluruh warga negara asing yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan daring.
"KBRI Phnom Penh mengingatkan kepada WNI yang masih mencoba untuk melakukan aktivitas penipuan daring di Kamboja untuk segera mengurungkan niatnya dan mematuhi peraturan setempat atau berisiko menghadapi tuntutan hukum yang lebih serius," pungkasnya.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Mentor Pribadi, Bek 17 Tahun Mathew Baker Dipanggil Perdana ke Timnas Senior
PT Temas Tbk Bagikan Dividen Rp228 Miliar, Laba Bersih Tertekan Penurunan 23 Persen
Sekjen NasDem Sambut Hangat Momen Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan Usai Upacara Hari Lahir Pancasila
Tim Jibom Temukan Granat Nanas dan Proyektil Modifikasi saat Sterilisasi Lokasi Ledakan di Biak