PARADAPOS.COM - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Jawa Barat, menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan oleh seorang pengunjung perempuan pada Selasa, 2 Juni 2026. Pelaku berinisial NN nekat menyembunyikan satu paket sabu seberat sekitar 5 gram di dalam organ intimnya dengan modus membungkusnya menggunakan kondom. Ia datang dengan dalih menjenguk anak kandungnya yang tengah menjalani masa hukuman di lapas tersebut. Kini, NN dan anaknya telah diamankan dan kasusnya ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang.
Gerak-Gerik Mencolok di Ruang Tunggu
Kecurigaan petugas lapas muncul sejak NN pertama kali melangkahkan kaki ke area kunjungan. Dari pantauan kamera pengawas di ruang kontrol, gerak-gerik perempuan itu tampak tidak biasa. Ia terlihat gelisah, sesekali menunduk, dan tidak seperti pengunjung pada umumnya.
“Kecurigaan petugas semakin kuat setelah memantau tingkah laku pelaku yang tampak gelisah melalui kamera pengawas (CCTV) di ruang control,” jelas Kalapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ma'ruf, insting petugas di lapangan memang sudah terasah untuk membaca situasi. Kejanggalan sekecil apa pun langsung direspons dengan prosedur penggeledahan ketat.
Penggeledahan Intensif dan Temuan Mencengangkan
Tak ingin kecolongan, petugas perempuan lapas segera membawa NN ke ruangan khusus untuk penggeledahan badan secara intensif. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Di balik pakaian yang ia kenakan, petugas menemukan satu paket sabu siap edar yang dibungkus rapat dengan kondom dan disembunyikan di bagian alat kelaminnya.
“Modus penyelundupan dengan menyembunyikan barang terlarang di bagian tubuh tertentu yang sensitif memang kerap digunakan untuk mengecoh petugas,” ungkap Ma'ruf.
Dari hasil pemeriksaan awal, NN diduga membawa barang haram tersebut atas permintaan anaknya yang tengah mendekam di dalam lapas. Ia mengaku tidak mengenal langsung sosok bandar pemasok sabu tersebut.
Pendalaman Jaringan dan Proses Hukum
Meski kedua pelaku sudah diamankan, penyelidikan belum berhenti di situ. Pihak lapas bersama aparat kepolisian masih melakukan pendalaman intensif untuk menguak kemungkinan adanya jaringan yang terlibat. Penyidik harus bekerja ekstra menelusuri asal-usul barang karena NN berkilah dan mengaku tidak tahu menahu soal pemasoknya.
Pascakejadian, Lapas Kelas IIA Karawang langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang. Seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahkan untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum lebih lanjut. Suasana di lapas pun kembali tenang, meski kewaspadaan petugas terhadap modus serupa kini semakin diperketat.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Operasikan ETLE Drone untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta
Presiden Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional Usai Evaluasi 18 Bulan, Soroti Disiplin SOP dan Mutu Pangan
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, DPR Apresiasi Langkah Evaluasi
Pesawat Militer AS Berputar di Atas Padang, TNI AU Pastikan Itu Uji Terbang Usai Pendaratan Darurat