Drone Jatuhkan Granat Replika dan Pesan Ancaman ke Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki

- Kamis, 09 Juli 2026 | 04:00 WIB
Drone Jatuhkan Granat Replika dan Pesan Ancaman ke Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki
PARADAPOS.COM - Sebuah drone menjatuhkan granat replika dan pesan ancaman bertuliskan "Ini baru permulaan" di halaman rumah seorang pengacara di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (6/7/2026). Peristiwa yang sempat menggegerkan warga itu kini tengah diselidiki oleh Polres Metro Depok. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gegana Brimob Polri, benda menyerupai granat tersebut dipastikan hanya mainan. Polisi telah mengamankan barang bukti dan memeriksa tiga orang saksi, termasuk korban yang bernama Martin.

Kronologi Teror di Rumah Pengacara

Suasana di kediaman Martin di kawasan Bojongsari mendadak mencekam ketika sebuah drone berwarna silver tiba-tiba jatuh di halaman rumah. Dari rekaman video yang beredar, terlihat drone tersebut membawa benda hitam yang sangat mirip dengan granat. Kemunculan benda itu sontak membuat warga sekitar khawatir dan panik. Tak berselang lama, Tim Gegana Brimob Polri langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh. Petugas juga memasang garis polisi di sekeliling rumah untuk mengamankan area tempat kejadian perkara.

Polisi: Granat Itu Hanya Mainan

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, memberikan keterangan resmi pada Kamis (9/7/2026). Ia menegaskan bahwa setelah diperiksa secara detail oleh tim ahli, benda yang sempat membuat geger itu tidak berbahaya. "Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat," kata Oka. Ia menambahkan bahwa sebelum drone tersebut dikirim, Martin diduga telah menerima ancaman melalui pesan singkat. Korban sendiri berprofesi sebagai pengacara yang tengah menangani sejumlah perkara, baik sebagai kuasa hukum korban maupun pihak terlapor. "Kebetulan korban menyampaikan tidak ada yang berkaitan dengan narkoba ataupun obat-obatan terlarang," jelas Oka.

Korban Ungkap Rangkaian Ancaman

Martin, sang pengacara, mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Ia menjelaskan secara rinci apa yang terjadi di rumahnya. Drone yang jatuh itu tidak hanya membawa granat replika, tetapi juga secarik kertas berisi pesan intimidasi. "Benda tersebut adalah sebuah drone yang diikat," ujar Martin. "Pada drone tersebut ada sebuah granat replika dan ada tulisan di sebuah kertas, yang isinya, 'Ini baru permulaan'," lanjutnya. Martin menduga kuat aksi teror ini berkaitan dengan perkara hukum yang sedang ditanganinya di wilayah Jakarta Barat. Ia merasa bahwa kejadian ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. "Kami menyampaikan bahwa ini merupakan rangkaian yang terjadi sebelumnya, yaitu pada objek perkara atau persoalan hukum yang kami sedang tangani," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum drone itu jatuh, dirinya sempat menerima ancaman melalui pesan WhatsApp. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki pelaku dan motif di balik aksi teror yang menargetkan seorang pengacara tersebut.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar