PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit kembali pada perdagangan pagi ini, Kamis, 9 Juli 2026, setelah sempat terperosok ke zona merah sesaat setelah bel pembukaan. Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat menguat 15,690 poin atau setara 0,27 persen, menempatkannya di level 5.889,063. Padahal, pada awal sesi, IHSG sempat menyentuh posisi 5.865,768. Sebanyak 280 saham emiten berhasil mencatatkan penguatan, sementara 238 saham lainnya masih tertekan dan 182 saham cenderung stagnan. Total transaksi yang tercatat pada rentang waktu tersebut mencapai Rp1,621 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,592 miliar saham.
Potensi Koreksi Masih Membayangi
Meskipun berhasil menghijau di awal sesi, langkah IHSG dinilai masih rapuh. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya mengingatkan bahwa indeks berpotensi melanjutkan koreksi lebih dalam. Ia memproyeksikan support IHSG berada di rentang 5.750 hingga 5.850, sementara resistance terdekatnya ada di level 5.900 hingga 5.950.
"Hati-hati jika break di bawah 5.850, bisa koreksi ke 5.650-5.800. Diperkirakan support IHSG 5.750-5.850 dan resist IHSG 5.900-5.950," jelas Fanny.
Tekanan eksternal menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan indeks. Wall Street mayoritas ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026. Pelemahan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Teheran. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 1,09 persen, S&P 500 turun 0,28 persen, sementara Nasdaq Composite masih mampu menguat tipis 0,2 persen.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah itu pun menyebar ke bursa Asia-Pasifik. Mayoritas indeks di kawasan ini melemah pada perdagangan Rabu. Pelaku pasar global cenderung mengambil posisi defensif, apalagi mereka juga tengah menanti risalah rapat kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed. Di Jepang, indeks Nikkei 225 ambles 2,11 persen dan Topix terkoreksi 1,37 persen. Korea Selatan menjadi yang paling terpukul dengan Kospi yang koreksi 5,35 persen dan Kosdaq yang melemah 5,56 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21 persen. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong justru mencatatkan penguatan signifikan sebesar 3 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,56 persen.
Sentimen negatif juga terlihat dari aksi jual investor asing di dalam negeri. IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 1,89 persen, dan bersamaan dengan itu tercatat net sell asing sebesar Rp674 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.
Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Hari Ini
Di tengah volatilitas yang masih tinggi, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi trading idea bagi pelaku pasar. Beberapa emiten yang disebutkan antara lain ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, dan ISAT. Berikut rincian strategi trading-nya:
1. ELSA
Strategi buy on weakness dengan area beli di Rp600-Rp615. Cutloss ditempatkan di bawah Rp595, dengan target terdekat di Rp625-Rp635.
2. AKRA
Rekomendasi spec buy dengan area beli di Rp1.310-Rp1.320. Cutloss di bawah Rp1.300, dan target dekat di Rp1.340-Rp1.355.
3. JPFA
Buy on weakness dengan area beli di Rp1.980-Rp2.010. Level cutloss di bawah Rp1.970, dan target dekat di Rp2.030-Rp2.070.
4. ENRG
Buy on weakness dengan area beli di Rp1.135-Rp1.175. Cutloss di bawah Rp1.130, dengan target dekat di Rp1.200-Rp1.215.
5. PGAS
Buy on weakness dengan area beli di Rp1.410-Rp1.425. Cutloss di bawah Rp1.400, dan target dekat di Rp1.435-Rp1.450.
6. ISAT
Buy on weakness dengan area beli di Rp1.820-Rp1.850. Cutloss di bawah Rp1.800, dengan target dekat di Rp1.885-Rp1.900.
Artikel Terkait
Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan Outstanding Digital Islamic Banking Performance 2026 dari KNEKS
PLN dan KKP Jalin Kerja Sama Integrasi Infrastruktur Listrik dengan Sektor Kelautan
OJK Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Buka Peluang Unit Karbon Luar Negeri
Trump Klaim Jadi Target Utama Ancaman Pembunuhan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz