Putra Hotman Paris Kecam Ayahnya yang Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus, Sebut Pembelaan ke Rakyat Kecil Hanya Strategi Marketing

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:50 WIB
Putra Hotman Paris Kecam Ayahnya yang Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus, Sebut Pembelaan ke Rakyat Kecil Hanya Strategi Marketing
PARADAPOS.COM - Ketegangan dalam keluarga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali mencuat ke publik. Frank Alexander Hutapea, putra sulung Hotman, melontarkan kritik pedas melalui akun Instagram pribadinya. Ia kecewa karena sang ayah memutuskan menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kasus yang tengah dihadapi Febrie berkaitan dengan dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di PT Asabri. Pernyataan Frank ini pun menjadi sorotan warganet, mengingat selama ini Hotman dikenal kerap membela masyarakat kecil.

Kritik Tajam dari Sang Putra

Dalam unggahan yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026), Frank menuliskan kekecewaannya secara blak-blakan. Ia menilai bahwa pembelaan terhadap orang kecil yang selama ini dilakukan ayahnya hanyalah strategi belaka. "Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention," tulis Frank. Tak berhenti di situ, ia juga mendesak agar akun kemanusiaan Hotman911 Official segera ditutup. Menurut Frank, akun tersebut hanyalah alat pemasaran untuk mendongkrak bisnis hiburan Holywings yang dimiliki oleh Hotman. Lebih jauh, Frank menyoroti peran asisten pribadi Hotman, Benny Djannah. Ia menuding Benny sebagai makelar kasus di peradilan dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaknya.

Pembelaan Hotman Paris

Di sisi lain, Hotman Paris telah resmi mengumumkan langkahnya menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Keputusan ini diambil beberapa waktu lalu dan langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar serta pengamat hukum. Hotman mengaku sadar akan risiko yang mungkin timbul, termasuk kehilangan simpati dari para pengagumnya. "Alasannya saya terpanggil, saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Saya bayarannya super mahal di Indonesia, saya ambil resiko terhadap pengagum saya," ujar Hotman. Ia menegaskan bahwa langkah ini murni didasari panggilan profesional, bukan motif finansial. Meski demikian, pernyataan ini justru menjadi kontras dengan kritik yang dilontarkan oleh putranya sendiri.

Dinamika yang Memanas

Suasana di media sosial pun langsung ramai. Banyak warganet yang terbelah antara mendukung kritik Frank atau membela posisi Hotman. Sebagian menilai bahwa kritik Frank merupakan bentuk kekecewaan pribadi yang wajar, sementara yang lain menganggapnya sebagai drama keluarga yang seharusnya tidak dikonsumsi publik. Yang jelas, pernyataan Frank membuka tabir baru tentang hubungan ayah dan anak di tengah sorotan publik. Apakah ini sekadar gejolak keluarga atau ada pesan yang lebih dalam tentang etika profesi hukum? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar