PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya. Kawasan pegunungan di Jawa Tengah ini diprediksi akan diselimuti langit cerah sepanjang hari, dengan suhu udara yang tergolong dingin—pemandangan khas musim kemarau di dataran tinggi. Fenomena kabut tipis diperkirakan menyambut pagi hari, kemudian perlahan berganti menjadi cerah, sementara suhu ekstrem di malam hari patut diwaspadai, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng.
Pagi Diselimuti Kabut, Suhu Menyentuh 16 Derajat
Pada rentang pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, suhu udara terasa sangat dingin, berkisar antara 16 hingga 19 derajat Celsius. Kelembapan udara pada awal pagi cukup tinggi, mencapai 90 persen. Kabut tipis menyelimuti sejumlah kawasan dataran tinggi sebelum akhirnya langit benar-benar cerah. Bagi warga yang hendak beraktivitas di luar rumah, jaket tebal terasa wajib dikenakan.
Siang Cerah dengan Risiko UV Sedang
Memasuki pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, langit cerah tanpa awan masih bertahan. Meskipun matahari bersinar terik, suhu maksimum di wilayah perkotaan Wonosobo tetap terasa sejuk, hanya berkisar antara 25 hingga 26 derajat Celsius. Namun, indeks ultraviolet (UV) pada periode ini berada di angka 6, yang masuk dalam kategori risiko bahaya sedang hingga tinggi. “Kami mengingatkan agar masyarakat menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam tersebut tanpa perlindungan,” ujar salah satu petugas BMKG setempat.
Sore dan Malam: Suhu Turun Drastis
Menjelang sore, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, kondisi langit tetap cerah berawan. Angin bertiup stabil dari arah Selatan menuju Utara dengan kecepatan rata-rata 4–6 mil per jam (mph). Suhu udara mulai menurun perlahan ke angka 22 derajat Celsius. Transisi menuju malam terasa cukup cepat.
Pada malam hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga dini hari, langit diprediksi tetap bersih dan dihiasi bintang (clear sky). Suhu udara turun drastis hingga mencapai titik terendah 16 derajat Celsius, bahkan bisa lebih rendah lagi di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kelembapan udara pada malam hari melonjak hingga rata-rata 96 persen. Kondisi ini membuat hawa terasa lebih dingin dari suhu yang tertera di termometer.
Imbauan untuk Wisatawan dan Warga
BMKG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menyiapkan pakaian tebal atau jaket tahan angin guna menghadapi suhu dingin yang ekstrem pada malam dan dini hari. “Kami sarankan agar pengunjung Dieng membawa perlengkapan hangat, karena suhu di sana bisa lebih rendah dari prediksi umum,” jelasnya. Kehati-hatian ekstra diperlukan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau sensitif terhadap udara dingin.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU Asabri, Kejagung Tak Lakukan Penahanan
Pramono Anung Dukung Argentina di Final Piala Dunia 2026, ASN Jakarta Boleh Nonton Asal Tak Ganggu Tugas
BGN Catat Tunggakan Pembayaran Mitra Makan Bergizi Gratis Rp1,6 Triliun, Pemerintah Pastikan Lunas Tahun Ini
Pendapatan Ojol di Jabodetabek Justru Meningkat Setelah Penerapan Komisi 8 Persen, Pengemudi Buktikan dengan Data Harian