Bank Bullion RI Kelola 177 Ton Emas, Jadi Safe Haven Baru di Tengah Ketidakpastian Global

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:50 WIB
Bank Bullion RI Kelola 177 Ton Emas, Jadi Safe Haven Baru di Tengah Ketidakpastian Global
PARADAPOS.COM - Bank bullion di Indonesia saat ini mengelola sekitar 177 ton emas, terdiri dari 153 ton yang dikelola Pegadaian dan 24 ton oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion, yang mulai dipandang sebagai safe haven baru di tengah ketidakpastian pasar global. Data tersebut bersumber dari laporan BCA Sekuritas.

Layanan Bullion Kian Diminati

Fenomena ini tidak lepas dari perhatian para pelaku industri. Marketing Director Nellava Bullion, Alif Fauzan, turut angkat bicara mengenai tren positif ini. Menurutnya, bank bullion kini telah menjadi tempat berlindung yang aman, tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat umum. "Karena memang ketika harga emas di brand-brand lain dijual seharga Rp 2,6 juta atau Rp 2,8 juta, kita jualnya di Rp 2,3 juta. Karena memang ikut international life price (harga internasional)," jelas Alif saat ditemui di Jakarta, Sabtu 18 Juli 2026. Alif menambahkan, kehadiran bank bullion bertujuan untuk memudahkan masyarakat memiliki emas berkualitas tinggi secara maksimal. Ia menekankan bahwa harga yang ditawarkan mengikuti harga internasional, sehingga lebih murah dan terjangkau. "Kita sendiri sih kita memang ada dan hadir ya, untuk masyarakat sendiri. Jadi life price ini kita memiliki harga emas sama pera internasional, di mana harganya jauh akan lebih murah dan bisa dimiliki secara maksimal," ucapnya.

Dukungan Pemerintah untuk Hilirisasi Emas

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa kehadiran bullion bank diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas. Langkah ini juga dinilai mampu memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, serta meningkatkan produktivitas aset emas nasional. Dony menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang lebih modern, inklusif, dan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional. Ia optimistis dengan potensi yang ada. "Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar," ungkap Dony.

Transformasi Pengelolaan Emas Nasional

Peresmian bullion bank menjadi titik awal transformasi pengelolaan emas nasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, industri emas Indonesia diharapkan mampu bersaing di tingkat global dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar