PARADAPOS.COM - Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sebuah toko aksesori di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menjadi kunci utama penyelidikan dugaan pencurian yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA). Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 17 Juli 2026 itu memperlihatkan aksi terorganisir seorang pria dan dua perempuan yang diduga sengaja mengalihkan perhatian karyawan toko. Kerugian yang diderita pemilik toko mencapai sekitar Rp2,5 juta, terdiri dari uang tunai dan sejumlah barang dagangan yang raib dibawa kabur para pelaku.
Modus Mengalihkan Perhatian di Toko Aksesori
Dari rekaman yang beredar, terlihat jelas bagaimana pria tersebut mendekati meja kasir dengan pura-pura berniat mengkoleksi uang rupiah. Ia meminta kasir memperlihatkan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, lalu terus mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris. Tak hanya itu, ia juga meminta uang dengan nomor seri tertentu, membuat kasir harus fokus mencarikan satu per satu.
Situasi itu jelas dirancang untuk memecah konsentrasi. Di saat yang bersamaan, dua perempuan yang merupakan rekannya bergerak mengalihkan perhatian karyawan lain dan pengunjung toko. Salah satu dari mereka terekam jelas oleh CCTV saat mengambil sejumlah barang dagangan sebelum ketiganya meninggalkan lokasi dengan tenang.
Pemilik toko baru menyadari ada yang hilang setelah rombongan tersebut pergi. Suasana di dalam toko sempat hening sebelum akhirnya keributan kecil terjadi saat karyawan mulai menghitung stok barang dan uang di laci kasir.
Harapan dari Pemilik Toko
Pemilik toko, Sari Tampubolon, mengaku lega karena rekaman CCTV merekam secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi. Ia berharap bukti visual itu bisa mempercepat proses identifikasi.
"Kami berharap rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah terduga pelaku bisa menjadi petunjuk bagi kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini. Kami juga mengimbau para pelaku usaha agar lebih waspada jika ada modus serupa," ujar Sari Tampubolon.
Diduga Beraksi di Lokasi Lain
Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa kelompok yang sama diduga kuat telah melakukan aksi serupa di sebuah toko aksesori di kawasan Tapus, Kabupaten Pasaman. Modus yang digunakan hampir identik, yakni mengalihkan perhatian penjaga toko sebelum mengambil uang maupun barang dagangan. Pola ini menunjukkan bahwa para pelaku telah merencanakan aksinya dengan matang dan mungkin sudah memetakan target sebelumnya.
Langkah Kepolisian dan Imbauan Kewaspadaan
Kasus ini telah resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Hingga saat ini, penyidik masih bekerja menganalisis rekaman CCTV, memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, serta menelusuri identitas dan keberadaan ketiga terduga pelaku. Proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha ritel, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus pencurian yang memanfaatkan kelengahan korban. Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap pelaku dan memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan kasus serupa di lokasi lain di Sumatera Barat.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Chelsea Sepakati Transfer Morgan Rogers dari Aston Villa dengan Nilai Rp4 Triliun
Afgan Kehilangan Suara Dua Pekan Sebelum Konser Tunggal, Tampil Totalitas di Atas Panggung
Dua Tentara AS Tewas, Satu Hilang dalam Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania
Ricky Soebagdja Tinjau Pelatwil Medan, Pastikan Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Sesuai Standar Nasional