PARADAPOS.COM - Pemberlakuan skema komisi aplikasi sebesar 8 persen bagi pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Jabodetabek memicu beragam reaksi di lapangan. Alih-alih mengeluhkan penurunan pendapatan, sejumlah mitra Grab justru melaporkan adanya peningkatan penghasilan setelah kebijakan tersebut diterapkan. Para pengemudi menyiasati perubahan ini dengan mengatur ulang jam operasional, berpindah ke titik keramaian, dan mengaktifkan berbagai layanan dalam aplikasi. Pernyataan Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, yang telah mengonfirmasi ke 19 komunitas ojol, turut memperkuat temuan bahwa mayoritas driver tidak mengalami kerugian.
Strategi Adaptasi di Tingkat Lapangan
Di tengah hiruk-pikuk persimpangan dan kafe pinggir jalan, para pengemudi mulai menemukan ritme baru. Mereka tak lagi sekadar menunggu order secara pasif. Untung, seorang mitra Grab asal Bekasi, menjadi salah satu contohnya. Ia secara saksama membandingkan jumlah perjalanan dan nominal pendapatan pada dua tanggal yang berbeda—sebelum dan sesudah kebijakan baru berlaku.
“Dengan berlakunya komisi 8%, pendapatan saya meningkat, bukan menurun. Tetap semangat,” ujar Untung.
Menurutnya, hasil harian sangat bergantung pada cara ia mengelola aktivitas di jalan. Bukan semata-mata soal besaran potongan yang ditetapkan aplikator.
Fluktuasi Pendapatan dan Proporsionalitas Order
Pengalaman serupa dirasakan Alam Selamet yang sehari-hari mangkal di Jakarta. Ia mencatat pendapatannya selama sepekan sebelum dan sesudah aturan baru. Hasilnya, ia melihat adanya kenaikan tipis yang konsisten.
“Setelah kebijakan 8% ini, alhamdulillah ada kenaikan. Yang penting kita semangat mengantarkan dan menjemput orderan,” kata Alam Selamet.
Ia menekankan bahwa fluktuasi pendapatan harus dilihat secara proporsional dengan volume order yang dihadapi. Dinamika pasokan dan permintaan di setiap wilayah tetap menjadi faktor penentu utama.
Sementara itu, Elly Zulfaida yang beroperasi di Bogor memiliki pandangan berbeda. Ia menilai pendapatannya tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh perubahan skema komisi.
“Untuk pendapatan masih stabil, enggak berpengaruh. Jangan asal duduk saja, mobile,” ujar Elly Zulfaida.
Baginya, kunci utama adalah terus bergerak mencari pelanggan, bukan sekadar mengandalkan satu titik mangkal.
Konfirmasi dari Pemerintah dan Komunitas
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, memberikan pernyataan resmi yang memperkuat temuan di lapangan. Ia mengaku telah mengonfirmasi langsung ke 19 komunitas dan asosiasi ojol dari berbagai daerah.
“Saya telah menanyakan bahwa ada isu dengan komisi mereka ditambahkan 92 persen justru pendapatan malah makin kecil. Kita tanyakan sama mereka, tidak juga,” kata Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.
Hasil konfirmasi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas driver ojol mengaku bersyukur dengan kebijakan yang diusung langsung oleh Presiden Prabowo. Maman menambahkan, jika ada driver yang merasakan penurunan penghasilan dalam satu pekan terakhir, hal itu bukan disebabkan oleh perubahan pembagian komisi, melainkan karena faktor musiman seperti masa libur sekolah dan libur perkuliahan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU Asabri, Kejagung Tak Lakukan Penahanan
Pramono Anung Dukung Argentina di Final Piala Dunia 2026, ASN Jakarta Boleh Nonton Asal Tak Ganggu Tugas
BGN Catat Tunggakan Pembayaran Mitra Makan Bergizi Gratis Rp1,6 Triliun, Pemerintah Pastikan Lunas Tahun Ini
Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka Kasus Asabri, Kejagung Tak Lakukan Penahanan