Kuasa hukum Kepala Desa (Kades) Kohod Arsin, Yunihar mengungkapkan alasan kliennya tidak ingin muncul ke publik usai berdebat dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
"Ada pun jarang terlihat, baik di rumah maupun di kantor desa, karena klien kami ingin menjaga kondusivitas masyarakat di Desa Kohod yang saat ini ada dua Faksi. Faksi pendukung dan faksi yang menolak," ujarnya kepada awak media, dikutip Sabtu, 15 Februari 2025.
Tak hanya itu, Yunihar juga menegaskan bahwa Arsin bin Asip tidak kabur ke luar negeri ataupun menghilang, paska debat dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Yunihar mengatakan, faktanya Arsin bin Asip selalu berada dan tinggal di Desa Kohod sebagaimana tempat tinggalnya saat ini.
Artinya tuduhan miring yang menyebut Kades Kohod Arsin menghilang atau kabur ke luar negeri, kata Yunihar, dipastikan tidak benar.
"Tidak benar klien kami kabur ke luar negeri ataupun menghilang. Faktanya klien kami selalu berada dan tinggal di Desa Kohod," tegasnya kepada awak media, Jumat, 14 Februari 2025.
Sedangkan salah satu warga Kohod mengatakan jika Arsin menghilang, usai debat dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
"Memang infonya bahwa selama ini setelah terjadinya sidak dari Kementerian ATR, lurah ini sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya. Jadi kita curiga, kami curiga kemana (Arsin) ini atau ada yang mengemanakan seperti itu ya kira-kira," katanya.
Setelah muncul untuk pertama kalinya, Arsin menyampaikan permita maaffannya kepada warganya dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah membuat kegaduhan belakangan ini.
Sumber: disway
Foto: Kuasa hukum Kepala Desa (Kades) Kohod Arsin, Yunihar mengungkapkan alasan kliennya tidak ingin muncul ke publik usai berdebat dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.-candra pratama-
Artikel Terkait
Java FX: Platform Trading Forex Terbaik dengan Edukasi & Teknologi MT5
Viral BMW Putih Pelat Dinas Kemhan 51692-00 Ngebut, TNI AU: Itu Palsu dan Tidak Sah
Gamis Bini Orang: Tren Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Viral, Harga Mulai Rp 125 Ribu
Review Polytron Fox R untuk Ojol: 200 Km Cuma Rp 10 Ribu, Benarkah?