Presiden Prabowo Subianto diharapkan bisa mandiri dalam menentukan jabatan menteri apabila terjadi reshuffle.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mesti dihindari.
Menurutnya, Jokowi sebagai mantan presiden tak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan pemerintahan, sehingga kewenangan untuk menentukan menteri yang harus diganti ada di tangan Prabowo.
"Yang punya otoritas adalah presiden terpilih, bukan mantan presiden," ujar Igor kepada RMOL, Selasa, 8 April 2025.
Dia memandang, sejauh ini Prabowo telah mengakomodir kepentingan Jokowi dalam pemerintahan. Maka sepatutnya ke depan dapat menjaga marwah pemerintahan dari upaya cawe-cawe pihak luar.
"Ini momentum Presiden Prabowo bersih-bersih dari menteri sensasional dan bikin, gaduh," demikian tutup Igor.
Sumber: rmol
Foto: Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2024/Net
Artikel Terkait
Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT: Analisis Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Hegemoni & Solusi Diplomasi Global
Izin SMA Siger Bandar Lampung Ditolak Disdikbud, Siswa Harus Pindah Sekolah
Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan 16 Ormas Islam