Menurut dia, seorang kepala daerah seharusnya lebih mengutamakan komunikasi formal dan representatif.
“Yang disebut pemimpin baik, dia memberi win-win solution, bukan membantu orang, kasih orang Rp500 ribu, terus dilihatkan ke media,” sindir Razman.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin daerah seharusnya memberikan ruang bagi instansi resmi seperti Biro Humas Pemerintah Provinsi untuk berbicara, bukan justru menjadikan kanal YouTube pribadi sebagai panggung utama komunikasi pemerintahan.
Tak berhenti di situ, Razman juga menyinggung soal kinerja Dedi selama menjabat sebagai kepala daerah, termasuk saat menjadi Bupati Purwakarta.
“Jabar juga gak paten-paten amat hari ini, Purwakarta ketika Anda memimpin juga tidak paten-paten amat, biasa-biasa aja. Jangan seolah-olah Anda orang paling bersih,” kata Razman, ketus.
Sampai artikel ini dibuat, belum ada tanggapan langsung dari pihak Dedi Mulyadi terkait pernyataan Razman dan pesan dari Hercules tersebut.
Sumber: VIVA
Artikel Terkait
Ricuh di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Gagalkan Seremonial SK Fadli Zon ke Tedjowulan
Bocil Block Blast Viral: Ancaman Malware & Hukum yang Wajib Diwaspadai
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?