Pengamat politik Adi Prayitno, menilai bahwa rebranding logo partai politik bukanlah solusi instan untuk meningkatkan elektabilitas.
Menurutnya, perubahan logo hanya berfungsi untuk memudahkan pemilih mengenali partai saat berada di tempat pemungutan suara (TPS), bukan jaminan mendongkrak perolehan suara.
Hal ini ditegaskan Direktur Parameter Politik Indonesia itu lewat YouTube miliknya menanggapi perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari bunga mawar merah menjadi gajah, Jumat, 18 Juli 2025.
"Rebranding logo itu untuk positioning, bukan jawaban untuk elektabilitas. Tidak ada jaminan perubahan visual partai akan meningkatkan suara," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa yang paling krusial dalam membangun elektabilitas adalah kerja-kerja politik yang nyata, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu membeberkan, hal itu mencakup kedekatan partai terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
"Yang dibutuhkan adalah kerja politik yang down to earth, menyikapi kesulitan hidup dan persoalan rakyat. Itu yang akan diingat pemilih," tambahnya.
Sumber: rmol
Foto: Logo PSI/ist
Artikel Terkait
APPBI Buka Suara soal Pagar Besi di Mal: Bukan Antisipasi Kerusuhan, Melainkan Atur Arus Pengunjung
Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja TNI, Tertinggi Rp 48,6 Juta untuk KSAD/KSAL/KSAU
Pembangunan Gardu Induk Nalumsari 150 kV di Jepara Dukung Pasokan Listrik, Sempat Terhambat Penolakan Oknum Anggota DPR
Spotify Perbarui Fitur Release Radar dengan Algoritma Lebih Akurat dan Opsi Kustomisasi