Dituding sebagai sosok yang melindungi Bupati Pati, Sudewo alias Sudewa, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto menegaskan bahwa dirinya tidak bisa sendirian menentukan sebuah perkara.
Hal itu disampaikan Fitroh merespons adanya spanduk yang meminta agar Fitroh dipecat saat demo warga Pati di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin, 1 September 2025.
"Ya, kebetulan rumah saya di Pati, jadi dikait-kaitkan," kata Fitroh melalui pesan tertulis kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 2 September 2025.
Fitroh memastikan, proses pengembangan perkara dugaan korupsi proyek jalur kereta api yang menjerat Sudewo masih berlangsung.
"Dan saya tentu tidak bisa menentukan sebuah perkara sendirian karena KPK kolektif kolegial," pungkas Fitroh.
Dalam spanduk itu, warga Pati menduga bahwa Fitroh merupakan sosok biang kerok yang melindungi Sudewo.
Sebanyak 350 warga Pati menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK sejak pagi hingga sore hari. Mereka meminta agar KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka, dan segera menangkap Sudewo.
Ratusan warga membubarkan diri setelah mendapatkan surat jawaban dari KPK yang berisi komitmen KPK mengusut keterlibatan Sudewo.
Sumber: rmol
Foto: Spanduk berisi tuntutan demo warga Pati (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik