Analisis ini juga menyentuh keberadaan sejumlah tokoh dari era pemerintahan sebelumnya. Ikrar menyoroti masih kuatnya pengaruh orang-orang dekat mantan Presiden Joko Widodo, yang kerap disebut sebagai "Geng Solo", di jajaran kabinet.
“Yang kita tunggu-tunggu ini kan kapan orang-orang yang benar-benar orangnya Jokowi katanya mau dibersihkan. Geng Solo. Tapi masih ada aja, termasuk juga Bahlil,” kata Ikrar, menyebut nama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Lebih lanjut, Ikrar menyoroti sektor hukum sebagai bidang yang mendesak untuk diperbaiki. Ia menilai penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari harapan masyarakat.
Apresiasi Reshuffle dan Harapan ke Depan
Mengenai langkah reshuffle kabinet yang mencopot Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Ikrar menilainya sebagai langkah yang patut diapresiasi. Ia berharap hal ini menjadi sinyal perbaikan yang lebih luas.
Menutup pandangannya, Ikrar berharap Presiden Prabowo dapat membuktikan diri sebagai pemimpin yang mampu bekerja nyata, melampaui retorika.
“Jadi saya cuma bisa berharap komentar orang bahwa Pak Prabowo ini seorang presiden yang lebih banyak omon-omon, mudah-mudahan ini benar-benar dipatahkan. Paling tidak itu ya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK: Dugaan Fee Proyek, CSR, dan Kekayaan Rp16,9 Miliar
Timothy Ronald Dilaporkan Lagi ke Polisi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Dugaan Penipuan Crypto
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Sebut Membiarkan Itu Haram
Rian DMasiv Dituding Child Grooming: Pengakuan Korban & Fakta Viral