KPK OTT Dua Kepala Daerah, DPR Ingatkan Jangan Main-Main dengan Jabatan
Paradapos.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaring dua kepala daerah dalam waktu berdekatan mendapat sorotan tajam dari parlemen. Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Toha, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah agar serius mengemban amanah dan tidak bermain-main dengan jabatan.
Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Sehari
Aksi senyap KPK berhasil menjaring Wali Kota Madiun, Maidi, dan Bupati Pati, Sudewo, dalam dua operasi terpisah di hari yang sama. Wali Kota Maidi diduga terlibat dalam kasus dugaan fee proyek dan penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara itu, Bupati Sudewo ditangkap atas dugaan suap terkait proses pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Pati.
DPR: Ini Tamparan Keras bagi Otonomi Daerah
Muhammad Toha menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. "Ini adalah tamparan keras bagi jalannya otonomi daerah. Kami di Komisi II sangat menyayangkan masih adanya kepala daerah yang berani bermain-main dengan hukum," tegas Toha, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan, jabatan tidak boleh dijadikan alat untuk memperkaya diri, baik melalui fee proyek maupun praktik jual beli jabatan.
Artikel Terkait
KPK Boyong Bupati Pati Sudewo ke Jakarta: Kronologi OTT Dugaan Jual Beli Jabatan Desa
Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK: Kronologi OTT, Reaksi Warga Koruptor Digulung, dan Fakta Terbaru
Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK 24 Jam di Polres Kudus: Kronologi OTT & Proses Hukum
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Kasus Korupsi Perangkat Desa: Kronologi Lengkap