Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri 1 Moluo, kemudian SMP Negeri 1 Kwandang. Ia kemudian melanjutkan studi ke SMA Islam Athirah Makassar dan saat ini tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Prestasi dan Jejak Kepedulian Sosial
Jejak prestasi Dhenida sudah terlihat sejak dini. Ia pernah menjuarai lomba pidato tingkat provinsi pada tahun 2013-2014 dan menjadi satu-satunya perwakilan Gorontalo Utara di tingkat nasional. Kemampuan public speaking inilah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menjabat sebagai Bendahara Garda Pemuda NasDem Gorontalo Utara.
Motivasinya terjun ke dunia politik berawal dari kepedulian sosial yang mendalam. Sebuah momen membekas saat ia penasaran dengan seorang teman sekolah yang selalu terlambat. Kunjungannya ke rumah temannya di Desa Masuru membuka matanya pada kondisi akses jalan dan jembatan yang rusak parah, yang harus ditempuh temannya dengan berjalan kaki jauh setiap hari.
“Makanya waktu itu langsung muncul cita-cita ingin memperbaiki,” ungkapnya. Kepeduliannya semakin kuat setelah menemukan seorang ibu yang terpaksa memberikan air gula keruh kepada bayinya karena ketidakmampuan membeli susu. Pengalaman-pengalaman inilah yang membulatkan tekadnya untuk menjadi wakil rakyat, bahkan hingga menolak tawaran kuliah dari orang tuanya di luar negeri.
Paradoks Seorang Pemimpin Muda
Di usianya yang masih sangat muda, Dhenida Chairunnisa telah menduduki posisi strategis sebagai Ketua Komisi III DPRD Gorut. Namun, kontroversi ekspresi sinisnya menghadapi demonstrasi publik menciptakan sebuah paradoks. Di satu sisi, ia memiliki rekam jejak kepedulian sosial yang kuat dan motivasi mulia. Di sisi lain, responsnya terhadap kritik publik memunculkan pertanyaan mengenai kematangan dan empati seorang pemimpin.
Sumber: Suara.com
Artikel Terkait
Dokter Tifa Protes Diskriminasi Polda Metro Jaya: 5 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Belum Diperiksa
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen Usai Gunakan Tangan Cetak Gol Saat Main Bola di Papua
Bangkai Pesawat ATR 42 Ditemukan Hancur di Gunung Bulusaraung: Update Evakuasi Korban
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?