Mahfud MD: Utang Kereta Cepat Whoosh Ancam Kedaulatan Bangsa
Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), memberikan pernyataan tegas menanggapi sikap Menteri Keuangan yang menolak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Dalam pernyataannya, Mahfud MD menyoroti besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh utang proyek Whoosh terhadap masa depan Indonesia. Ia menyebut kondisi utang Whoosh sangat mengkhawatirkan.
"Whoosh mengancam masa depan kedaulatan bangsa. Utang Whoosh sangat besar dan sangat aneh, merupakan B to B tapi sekarang utangnya bertambah terus," ujar Mahfud MD, seperti dikutip dari channel YouTube resminya.
Beban Utang dan Bunga yang Tidak Seimbang
Mahfud MD mengungkapkan fakta mencengangkan mengenai beban keuangan Whoosh. Menurutnya, utang proyek kereta cepat ini terus menggunung dengan kewajiban bunga yang sangat besar.
"Setiap tahun untuk membayar bunga utang sudah tembus Rp2 triliun per tahun," jelasnya.
Yang lebih memprihatinkan, pendapatan dari penjualan tiket tidak mampu menutupi beban bunga tersebut. Mahfud MD menyebutkan bahwa penjualan tiket Whoosh maksimal hanya mencapai Rp1,5 triliun per tahun, sehingga terdapat defisit yang harus ditutup oleh negara.
Dengan realitas tersebut, Mahfud MD menegaskan bahwa negara terpaksa harus terus menalangi kekurangan pembayaran. Ia bahkan memperkirakan bahwa dalam kondisi normal, pelunasan utang Whoosh bisa memakan waktu 70 hingga 80 tahun.
Profil Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan total investasi sebesar 7,2 miliar dolar AS atau setara Rp116,54 triliun (asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS).
Dari total biaya investasi tersebut, 75 persen diantaranya bersumber dari pinjaman China Development Bank. Sementara sisanya, 25 persen, berasal dari setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co Ltd sebanyak 40 persen.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/15/683221/whoosh-ancam-masa-depan-kedaulatan-bangsa-
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai