Peran TNI di Sekolah Rakyat: Bentuk Karakter Disiplin Siswa Tanpa Masuk Kurikulum

- Selasa, 04 November 2025 | 09:10 WIB
Peran TNI di Sekolah Rakyat: Bentuk Karakter Disiplin Siswa Tanpa Masuk Kurikulum

Peran TNI di Sekolah Rakyat: Bentuk Karakter Disiplin Siswa, Bukan Bagian Kurikulum

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat bukan merupakan bagian dari kurikulum pendidikan formal. Menurutnya, kehadiran TNI bertujuan khusus untuk membentuk karakter disiplin dan mental positif para siswa.

Pendampingan TNI Fokus pada Pembentukan Karakter

Dalam Rapat Kerja Nasional Partai Perindo di Jakarta, Agus menjelaskan bahwa prajurit TNI bertugas memberikan pendampingan dalam proses belajar-mengajar. Fokus utamanya adalah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental siswa, bukan sebagai pengajar mata pelajaran akademik.

Profil Siswa Sekolah Rakyat Butuh Pendekatan Khusus

Siswa Sekolah Rakyat umumnya berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang kompleks. Banyak di antara mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya hidup di lingkungan jalanan atau bekerja serabutan.

"Kita memahami, anak-anak yang akan disekolahkan ini kadang sudah bekerja, ada yang pernah menjadi preman, dan sebagainya. Jadi memang ditugaskan kepada Kemensos karena anak-anak ini berasal dari keluarga kurang mampu dan punya latar belakang sosial yang beragam," ujar Agus.

Adaptasi Siswa Menjadi Tantangan Utama

Latar belakang sosial yang keras membuat proses adaptasi ke lingkungan sekolah tidak mudah. Diperlukan pendekatan khusus agar mereka mampu menyesuaikan diri dan menjalani rutinitas belajar dengan semangat baru.

Landasan Hukum Pendampingan TNI

Pendampingan oleh TNI dilakukan dalam kerangka Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur dukungan lintas lembaga terhadap program pendidikan berbasis sosial seperti Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang memiliki semangat belajar tinggi, disiplin, dan tangguh menghadapi tantangan hidup.

"Kemarin saya mengajak TNI masuk ke Sekolah Rakyat. Tugasnya mendampingi dan mendukung proses belajar-mengajar, bukan masuk ke kurikulum," tegas Agus menutup penjelasannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler