PMI Manufaktur Indonesia 51,2: Penggerak Utama Perekonomian Kuartal IV-2025

- Selasa, 04 November 2025 | 18:55 WIB
PMI Manufaktur Indonesia 51,2: Penggerak Utama Perekonomian Kuartal IV-2025

PMI Manufaktur Indonesia Ekspansi, Airlangga: Penggerak Utama Perekonomian Kuartal IV 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi terhadap capaian positif Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang konsisten menunjukkan tren ekspansi. Airlangga menyatakan keyakinannya bahwa sektor manufaktur akan mempertahankan momentum ini dan terus menjadi penggerak utama perekonomian nasional hingga akhir tahun 2025.

Optimisme Tinggi dan Dukungan Kebijakan

Optimisme di kalangan pelaku usaha dinilai masih sangat tinggi, didorong oleh prospek peningkatan pesanan dan peluncuran produk baru. Airlangga menegaskan bahwa dengan dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten, sektor manufaktur diproyeksikan tetap ekspansif dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV-2025.

Tantangan dan Strategi Adaptasi Industri

Meski tren positif terjaga, pemerintah mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Kenaikan biaya input akibat harga bahan baku yang meningkat masih menjadi perhatian utama. Namun, sebagian besar pelaku usaha dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi ini.

Menanggapi keterbatasan kapasitas produksi, industri merespons dengan meningkatkan investasi dan memperluas fasilitas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pemenuhan pesanan yang terus mengalami peningkatan. Penyesuaian harga produk juga dilakukan secara terukur guna menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat.

Inflasi Terjaga, Daya Beli Stabil

Dari sisi makroekonomi, kondisi harga dinilai stabil. Inflasi nasional per Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86 persen (yoy), dengan inflasi bulanan 0,28 persen (mtm). Stabilitas harga ini menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan permintaan domestik, yang merupakan motor utama sektor manufaktur. Kondisi ini juga memberikan ruang bagi kebijakan fiskal dan moneter untuk terus mendukung pertumbuhan sektor riil.

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke Level 51,2

Berdasarkan laporan terbaru S&P Global, PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 meningkat ke level 51,2, naik dari posisi 50,4 pada bulan sebelumnya. Angka di atas level 50 ini menunjukkan ekspansi dalam aktivitas manufaktur. Capaian ini sekaligus menegaskan keberlanjutan momentum ekspansi yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut sejak Agustus, menandakan pemulihan dan peningkatan industri pengolahan nasional menjelang akhir tahun.

Pendorong Kinerja dan Perbaikan Tenaga Kerja

Peningkatan kinerja manufaktur ini terutama didorong oleh menguatnya permintaan domestik. Stabilnya konsumsi rumah tangga, kebijakan stimulus fiskal, serta pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berorientasi pada produk dalam negeri turut menopang pertumbuhan pesanan baru.

Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan sinyal positif. Peningkatan aktivitas industri mendorong kebutuhan akan tenaga kerja baru yang meningkat pada bulan Oktober. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha mulai meningkatkan kapasitas produksinya untuk mengantisipasi kenaikan permintaan di Kuartal IV-2025.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar