PARADAPOS.COM - Perum Bulog bersiap menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada awal tahun 2026. Program yang digelar pemerintah ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, dengan jumlah penerima yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Penyaluran direncanakan berlangsung sekali untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.
Kesiapan Logistik dan Waktu Penyaluran
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan kesiapan lembaganya dalam menjalankan tugas distribusi yang sangat besar ini. Setelah menghadiri Talkshow Panen Fest 2026, Rizal menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima menjadi tantangan logistik yang serius. Dari sebelumnya sekitar 18 juta KPM, kini cakupannya meluas menjadi lebih dari 30 juta keluarga, termasuk di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
“Jadi, kalau kemarin 18 juta KPM. Sekarang 30 juta lebih (KPM),” tuturnya, Minggu (8/2/2026).
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Bulog saat ini menunggu penyelesaian data terpadu dari Kementerian Sosial. Proses pemutakhiran data ini menjadi kunci sebelum operasi penyaluran nasional benar-benar dimulai.
“Kan semua datanya dari Kementerian Sosial. Nanti kita tinggal nunggu data matengnya dari Kementerian Sosial,” jelas Rizal menegaskan koordinasi yang dilakukan.
Estimasi Kebutuhan dan Persiapan Teknis
Guna memenuhi program tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Angka ini belum termasuk minyak goreng yang juga akan disalurkan bersamaan. Saat ini, persiapan teknis seperti pengadaan karung dan penataan logistik masih berlangsung. Target penyaluran diharapkan dapat dimulai pada pertengahan Maret 2026.
“Estimasi (penyaluran) nanti bulan-bulan Maret. Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadhan sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” ucap Rizal mengenai timeline yang ditargetkan.
Penjelasan Kebijakan dari Bapanas
Kebijakan penambahan jumlah penerima ini mendapat penegasan dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026), Amran menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” bebernya.
Peningkatan jumlah penerima hingga 81,9 persen ini menyasar masyarakat dari desil I hingga IV, dengan skema yang mirip penerima BLTS Kesra. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan. Secara total, program ini akan menyerap stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter, dengan anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun.
Artikel Terkait
Pemerintah Banten Fokus Bangun Infrastruktur Desa untuk Dongkrak Ekonomi
Nissan Tampilkan Teknologi e-POWER dan Navara Terbaru di IIMS 2026
Danau Toba Resmi Diakui sebagai UNESCO Global Geopark
Kebakaran di Sawah Besar Tewaskan Pasangan Lansia, Diduga Akibat Korsleting