Amazon Perluas Program Girls’ Tech Day ke Siswi SD-SMA di Indonesia

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:00 WIB
Amazon Perluas Program Girls’ Tech Day ke Siswi SD-SMA di Indonesia

PARADAPOS.COM - Amazon, bersama mitra lokal Prestasi Junior Indonesia (PJI), kembali menyelenggarakan program Amazon Girls’ Tech Day di Indonesia. Program tahunan global ini, yang kini memasuki tahun keempat, secara khusus dirancang untuk membangkitkan minat ratusan siswi terhadap bidang teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), pengembangan game, robotika, dan pemrograman. Pelaksanaannya pada 7 Februari 2026 menandai perluasan signifikan dengan melibatkan peserta dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas untuk pertama kalinya di Tanah Air.

Menyiapkan Talenta Digital Perempuan Sejak Dini

Lebih dari 400 pelajar dari sepuluh sekolah di Karawang dan Bekasi terlibat dalam serangkaian kegiatan hari itu. Perluasan cakupan usia peserta ini bukan tanpa alasan. Inisiatif ini merupakan respons terhadap percepatan transformasi digital, khususnya gelombang adopsi AI, yang mendorong kebutuhan untuk mempersiapkan talenta digital perempuan sejak usia yang lebih muda. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, para peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung menyentuh dan mencoba teknologi masa depan.

Program ini juga menghadirkan sosok-sosok inspiratif dari dalam negeri untuk berbagi pengalaman. Riris Marpaung, CEO & Founder GameChanger Studio dan Co-Founder Indonesia Women in Game, serta Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, hadir memberikan motivasi langsung kepada para siswa.

Dukungan Pemerintah dan Tantangan Kesenjangan Keterampilan

Gelaran ini mendapat apresiasi dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Meutya Hafid, yang hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya partisipasi perempuan muda dalam membangun pondasi digital bangsa.

"Di Kementerian Komunikasi dan Informatika, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030," ungkapnya.

"Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita. Kami ingin terus mendorong generasi muda dan yakin bahwa semakin banyak anak muda akan memahami manfaat teknologi," lanjut Menkominfo.

"Teknologi merupakan sumber pemberdayaan yang kuat, bukan hanya bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas mereka, serta pada akhirnya bagi bangsa. Kami akan memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga untuk mendukung mereka dan seluruh masyarakat Indonesia," tegas Meutya Hafid.

Pernyataan tersebut relevan dengan kondisi di lapangan. Data terbaru menunjukkan bahwa meski adopsi AI di kalangan pelaku usaha Indonesia tumbuh pesat, mencapai 47 persen pada 2025, mayoritas bisnis masih terkendala kesenjangan keterampilan digital. Program seperti Girls’ Tech Day diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengisi celah tersebut, khususnya dengan meningkatkan representasi perempuan.

Komitmen untuk Membangun Kepercayaan Diri dan Peluang Setara

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa tujuan utama acara ini bersifat fundamental: membangun minat dan kepercayaan diri.

"Amazon senantiasa berkomitmen untuk membantu membimbing dan melatih talenta generasi masa depan. Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD," jelas Winu Adiarto, Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS).

"Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam hal teknologi, sembari membangun rasa percaya diri sejak dini. Melalui Amazon Girls’ Tech Day, kami ingin memastikan bahwa anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, menciptakan, dan memimpin di era AI," tambahnya.

Perspektif serupa disampaikan oleh mitra pelaksana di lapangan. Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, melihat kegiatan ini sebagai upaya konkret menantang stereotip gender di sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

"Melalui kolaborasi dengan AWS di Amazon Girls’ Tech Day 2026, kami ingin menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Selama ini, bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki," ujar Utami.

"Karena itu, kami ingin mematahkan stereotip tersebut dengan memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang anak perempuan untuk berkarier di dunia teknologi," paparnya.

Membuka Perspektif Baru di Industri Game dan Teknologi

Para praktisi yang terlibat memberikan gambaran tentang peluang nyata yang terbuka. Cecilia Astrid Maharani menyoroti fakta bahwa kurang dari 5% perempuan memilih teknologi sebagai karier utama, sebuah kondisi yang perlu diubah.

"Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna, dan menjadi tanggung jawab kita untuk terus meningkatkan standar di industri ini," ucap Cecilia.

Sementara itu, Riris Marpaung membawa optimisme dari industri game Indonesia yang sedang naik daun. Dia melihat momen ini sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan ekosistem kreatif yang penuh potensi.

"Karya game buatan talenta Indonesia semakin diakui di pasar global dan bahkan meraih penghargaan internasional. Dunia gaming kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan pribadi seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan," tutur Riris.

"Diharapkan para pelajar dapat melihat sektor gaming dan teknologi sebagai ruang untuk belajar dan berkarya serta merasa percaya diri menjadikannya pilihan karier yang menjanjikan di masa depan," imbuhnya.

Kolaborasi antara sektor korporasi dan organisasi pendidikan seperti ini menunjukkan sebuah langkah strategis. Secara global, Amazon menargetkan program Girls’ Tech Day dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda sebelum tahun 2030. Di Indonesia, upaya yang dimulai dari ratusan siswi di Karawang dan Bekasi ini diharapkan dapat terus meluas, menciptakan ripple effect yang pada akhirnya memperkaya talenta digital nasional dengan lebih banyak perspektif dan inovasi dari perempuan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar