PARADAPOS.COM - Pelatihan intensif bagi kader desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada awal Juli 2026. Program Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana) ini merupakan kolaborasi antara PT United Tractors Tbk (UT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan tersebut berlangsung di UT School Surabaya dan berfokus pada penguatan kapasitas warga desa agar mampu menjadi fasilitator mitigasi di komunitas masing-masing.
Membangun Kader Tangguh dari Desa
Langkah ini dinilai krusial mengingat masih banyak daerah rawan bencana yang belum memiliki sistem kesiapsiagaan yang mumpuni. Corporate Social Responsibility Manager UT, Himawan Sutanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak akan kader yang kompeten di lapangan.
“Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat,” jelas Himawan dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.
Program ini menjadi bagian dari komitmen sosial Grup Astra untuk mendorong kemandirian masyarakat desa. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung mengenai pengurangan risiko bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons tanggap darurat yang difasilitasi langsung oleh BNPB.
Simulasi dan Pembelajaran Intensif
Selama lima hari pelaksanaan, suasana pelatihan terasa hidup dengan berbagai metode pembelajaran. Peserta mengikuti sesi yang mencakup pre-test, penyampaian materi, role play, hingga simulasi penanganan bencana yang dilakukan secara tatap muka. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak sekadar paham konsep, tetapi benar-benar mampu menerapkannya ketika situasi darurat terjadi.
Himawan menambahkan keyakinannya terhadap pendekatan ini.
“Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Partisipasi Luas dari Berbagai Daerah
Pelatihan ini diikuti oleh kader Kampung Tangguh Bencana dari delapan desa binaan UT yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Desa-desa tersebut meliputi Sumbergondo, Tulungrejo, Giripurno, Mojorejo, Gumingsir, Tawangargo, Aribaya, dan Sumbermujur.
Tak hanya kader desa, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Lumajang, serta BPBD Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan mereka menjadi mitra strategis untuk memperkuat sinergi pengurangan risiko bencana di tingkat regional.
Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu menjadi fasilitator yang mengedukasi masyarakat di daerahnya masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana dari tingkat desa, sekaligus mendorong terciptanya komunitas yang lebih siap dan mandiri menghadapi berbagai ancaman alam.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Bocah 9 Tahun Tertembak Peluru Senapan Angin di Setu
KPK Sita SGD 12.000 dari Ketua DPRD Kuansing, Diduga Bagian dari Amplop yang Dikembalikan Menteri Kehutanan
Cek Kesehatan Gratis Jakarta Jangkau 2,57 Juta Warga hingga Juni 2026, Lampaui Target
Vance Beri Iran Dua Pilihan: Hentikan Serangan di Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Militer AS