PARADAPOS.COM - Libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Kepulauan Seribu. Berdasarkan data resmi, sebanyak 3.524 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tercatat memadati destinasi-destinasi di gugusan pulau tersebut selama tiga hari libur, 14 hingga 16 Februari 2026. Gelombang kunjungan ini menunjukkan tren positif dan antusiasme masyarakat untuk menikmati pesona alam ibu kota dari sudut yang berbeda.
Arus Wisatawan dari Tiga Pintu Gerbang
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, memaparkan rincian arus kedatangan wisatawan. Data yang dihimpun dari tiga dermaga utama menunjukkan distribusi yang signifikan.
"Sebanyak 3.524 wisatawan mancanegara dan nusantara menyambangi wilayah Kepulauan Seribu memanfaatkan libur panjang Imlek pada periode 14-16 Februari 2026," jelas Sonti di Jakarta, Selasa.
Dari penjelasannya, Dermaga Muara Angke menjadi titik pendaratan terbanyak dengan 2.302 pengunjung. Sementara itu, Dermaga Marina Ancol mencatat 736 kedatangan, dan Dermaga Tanjung Pasir dilalui oleh 486 wisatawan. Pola distribusi ini memberikan gambaran mengenai preferensi rute yang dipilih oleh para pelancong.
Indikator Kebangkitan dan Harapan ke Depan
Peningkatan angka kunjungan ini bukan sekadar statistik semata. Pihak berwenang menilai hal ini sebagai indikator nyata tingginya minat masyarakat terhadap Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata unggulan. Optimisme itu tampak dari proyeksi bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya periode perayaan.
"Jumlah kunjungan wisatawan masih akan terus bertambah bersamaan dengan libur Imlek," ungkap Sonti.
Imbauan untuk Pariwisata yang Bertanggung Jawab
Di balik euforia kenaikan kunjungan, otoritas setempat tidak lupa mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan. Sonti Pangaribuan secara khusus menyampaikan imbauan kepada seluruh pengunjung. Pesan ini dimaksudkan agar kegembiraan berlibur dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan keselamatan bersama.
"Kami berharap masyarakat dan wisatawan dapat mematuhi aturan demi keselamatan bersama," tuturnya.
Imbauan tersebut mencakup ketaatan pada protokol keselamatan, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta mendukung praktik pariwisata berkelanjutan. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan warisan alam Kepulauan Seribu tetap terjaga bagi generasi mendatang, sekaligus menciptakan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Francesco Totti Konfirmasi Sedang Negosiasi untuk Kembali ke AS Roma
BNPB Laporkan Banjir Rendam Ribuan Rumah di Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Berlanjut
Trump Sebut Operasi Militer ke Kuba Tak Diperlukan, Utamakan Negosiasi
Presiden Atletico Madrid Bantah Ada Komunikasi Resmi Barcelona Soal Julian Alvarez