Wamendikdasmen: Perbaikan Kualitas Guru Kunci Atasi Kesenjangan Sekolah Negeri-Swasta

- Senin, 16 Februari 2026 | 15:00 WIB
Wamendikdasmen: Perbaikan Kualitas Guru Kunci Atasi Kesenjangan Sekolah Negeri-Swasta

PARADAPOS.COM - Pembaruan sistem pendidikan dinilai sebagai kunci untuk menyelesaikan kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, yang menggarisbawahi bahwa disparitas ini merupakan tantangan nyata yang perlu diatasi dengan fokus pada peningkatan kualitas guru dan pembelajaran di kelas.

Dua Wajah Sekolah Swasta dan Tantangan Kepercayaan Publik

Fajar mengamati bahwa realitas sekolah swasta saat ini menunjukkan dua kondisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, terdapat sekolah swasta yang menjadi incaran hingga orang tua rela mengantre lama untuk mendaftarkan anaknya. Di sisi lain, banyak pula sekolah yang masih kesulitan mempertahankan jumlah murid dan keberlangsungan operasionalnya.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas menentukan kepercayaan publik. Orang tua akan memilih sekolah terbaik. Kalau tidak berbenah, kita bisa tertinggal,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Fokus Perbaikan Ada pada Guru, Bukan Murid

Menurut Fajar, solusi untuk mengecilkan jurang kualitas ini tidak terletak pada kemampuan murid. Ia menyerukan agar setiap lembaga pendidikan melakukan introspeksi dan pembaruan, dengan menilik ulang proses pembelajaran, pembaruan kompetensi guru, serta visi kepemimpinan kepala sekolah.

“Yang perlu kita benahi bukan anak-anaknya, tetapi kualitas pembelajaran dan profesionalisme gurunya,” tegas Fajar.

Data Tes Akademik sebagai Cermin Evaluasi

Wamendikdasmen juga menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA yang masih jarang menampilkan sekolah swasta dalam peringkat 100 besar nasional. Data ini, menurutnya, tidak untuk disesali, melainkan harus dijadikan bahan refleksi bersama untuk melakukan langkah perbaikan yang konkret.

“Kalau ingin memperkecil disparitas, maka kualitas guru harus jadi prioritas. Tidak ada jalan pintas,” lanjutnya dengan penekanan.

Upaya Sistematis dan Fondasi Etos Kerja

Secara lebih luas, Fajar menjelaskan bahwa Kementeriannya tengah mendorong pembenahan tata kelola guru secara menyeluruh, yang berlandaskan pada empat kompetensi: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Upaya lain yang dilakukan antara lain mempercepat program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memastikan penyaluran tunjangan profesi guru secara tepat waktu.

Namun, di balik semua kebijakan sistemik tersebut, ia menekankan satu hal yang lebih mendasar: etos kerja dan profesionalisme.

“Guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan totalitas adalah fondasi kemajuan sekolah,” tuturnya.

Kerja Sama Lokal sebagai Langkah Awal

Komitmen perbaikan ini mulai diwujudkan dalam langkah-langkah nyata di tingkat daerah. Di Sukabumi, misalnya, ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas guru di lingkungan pendidikan dasar dan menengah wilayah Sukabumi.

Fajar menyebut langkah tersebut sebagai sebuah awal yang diharapkan dapat berkontribusi dalam ikhtiar panjang pemerataan mutu pendidikan.

“Sebab pada akhirnya, keunggulan sekolah bukan semata soal gedung megah atau fasilitas modern,” pungkasnya, “melainkan tumbuh dari ruang-ruang kelas yang hidup, dari guru-guru yang terus belajar, dan dari kepemimpinan yang tak lelah menjaga mutu.”

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar