Warga Pidie Jaya Bergantung Bantuan Air Bersih Pascabanjir

- Senin, 16 Februari 2026 | 14:00 WIB
Warga Pidie Jaya Bergantung Bantuan Air Bersih Pascabanjir

PARADAPOS.COM - Pasokan air bersih masih menjadi tantangan berat bagi sejumlah warga di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pascabencana banjir. Sumur-sumur warga tertimbun lumpur, membuat mereka sangat bergantung pada bantuan distribusi dari Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, dan beribadah.

Bergantung pada Bantuan untuk Kehidupan Sehari-hari

Abdul Ghani, seorang penyintas berusia 69 tahun, menggambarkan betapa krusialnya bantuan air bersih itu. Sumur miliknya tak lagi bisa digunakan, tertutup material banjir. Dalam kondisi itu, pasokan dari PMI menjadi penopang utama keluarganya.

"Ada orang lain kadang dia kasih air bersih, sikit dia kasih. Namun, alhamdulillah beberapa kali saya jumpa PMI, selalu dia kasih dua tong tiga tong dia kasih," tuturnya kepada ANTARA, Senin.

Air yang diterimanya dengan susah payah itu, diakui Abdul Ghani, harus dialokasikan dengan hati-hati untuk mencuci beras, konsumsi minum, serta berwudhu.

Harapan untuk Pemulihan Infrastruktur

Kesulitan serupa dialami oleh warga lain, Muammar Reza Pahlevi. Ia menyatakan bahwa ketergantungan pada bantuan darurat tidak bisa berlangsung selamanya. Ada kebutuhan mendesak untuk perbaikan infrastruktur sumber air yang rusak agar masyarakat bisa mandiri kembali.

"Ini kan secara berangsur, mulai sama-sama semua pihak pemerintah sama-sama saling berkolaborasi seperti apa-apa. Mungkin untuk kami meminta bantuan sumur yang tertimbun dengan tanah, tolong dibantu untuk masyarakatnya biar ada air bersih lagi lah," harap Muammar.

Permintaan ini menggarisbawahi transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan jangka panjang, di mana rehabilitasi sarana air bersih menjadi prioritas.

Skala Bantuan dan Jangkauan Distribusi

Menanggapi kebutuhan mendesak tersebut, PMI telah mengerahkan sumber dayanya. Data per Minggu (15/02) menunjukkan bahwa lembaga kemanusiaan itu telah mendistribusikan lebih dari 2,5 juta liter air bersih ke berbagai titik di Kabupaten Pidie Jaya.

Distribusi difokuskan pada kecamatan-kecamatan yang paling parah terdampak, termasuk Meureudu, Meurah Dua, Trieng Gadeng, Bandar Dua, Ulim, dan Jangka Buya. Upaya ini telah menjangkau lebih dari 15.600 penyintas yang kesulitan mengakses air bersih.

Untuk mempertahankan pasokan, PMI setempat saat ini memiliki kapasitas produksi air bersih antara 40.000 hingga 50.000 liter per hari. Operasi ini menjadi bukti nyata upaya kolektif dalam meringankan beban warga di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar