PARADAPOS.COM - Aktivitas nelayan di pesisir Tangerang terhenti total sejak Kamis (12/2/2026) menyusul ditemukannya ribuan biota laut mati yang diduga kuat akibat pencemaran zat kimia. Peristiwa yang melumpuhkan mata pencaharian warga pesisir ini diduga berasal dari kontaminasi residu kebakaran gudang pestisida, yang telah menyebar hingga ke perairan sekitar Pulau Pari dan Untung Jawa.
Nelayan Mengungsi, Aktivitas Terhenti Lima Hari
Suasana muara Sungai Cisadane kini tampak lengang, hanya diisi oleh perahu-perahu nelayan yang bersandar. Erni Kumalasari dari Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Tanjung Pasir mengkonfirmasi bahwa geliat kehidupan di pesisir telah mandek. Menurutnya, terhentinya aktivitas melaut ini merupakan langkah hati-hati warga menyikapi ancaman yang tak kasat mata.
Erni menjelaskan, "Informasinya, cemaran kimia itu sudah sampai ke Pulau Pari dan Untung Jawa juga. Jadi para nelayan sudah enggak mencari ikan. Udang dan kerang di bagan-bagan juga pada mati," tuturnya.
Dampak Ekologis dan Kekhawatiran Nelayan
Di lapangan, nelayan seperti Sahlan menyaksikan langsung dampak pencemaran yang mengerikan. Ia menceritakan bagaimana berbagai jenis ikan seperti samge, duri, payus, putih, dan bulan-bulan terlihat mengambang tak bernyawa di permukaan air. Volume ikan mati tersebut, menurut kesaksiannya, mencapai lebih dari satu ton.
"Itu sekitar satu ton lebih ikan pada mengambang semua mati. Jadi saya lebih baik tidak melaut," kata Sahlan.
Keputusan untuk tidak melaut bukan hanya soal kehilangan penghasilan, tetapi lebih didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap keselamatan konsumen. Para nelayan memiliki kekhawatiran mendalam bahwa hasil tangkapan berpotensi terkontaminasi zat berbahaya.
Sahlan mengungkapkan keresahannya, "Jadi pembeli juga takut makan ikannya, takut ikannya terkena limbah. Saat ini kita lagi tunggu informasi dari pemerintah, apakah tempat kita melaut ini sudah benar-benar bersih atau masih ada zat kimianya," jelasnya.
Dugaan Awal dan Penantian Kejelasan
Insiden ini mencuat setelah video biota laut mati membanjiri media sosial. Analisis sementara mengarah pada kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan sebagai sumber pencemaran. Saat ini, komunitas nelayan dan warga pesisir masih menanti kepastian dan langkah konkret dari pihak berwenang mengenai status keamanan perairan serta langkah pemulihan lingkungan, sebelum mereka dapat kembali mencari nafkah di laut.
Artikel Terkait
Polres Tanjungperak Sterilisasi Lima Klenteng, Kondisi Aman Jelang Imlek
PDIP Posisikan Diri sebagai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo
Warga Pidie Jaya Bergantung Bantuan Air Bersih Pascabanjir
Menag Ucapkan Selamat Imlek 2577, Tekankan Keadilan dan Solidaritas Nasional