BNPB Laporkan Banjir Rendam Ribuan Rumah di Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Berlanjut

- Selasa, 17 Februari 2026 | 10:50 WIB
BNPB Laporkan Banjir Rendam Ribuan Rumah di Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Berlanjut

PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian banjir di wilayah Jawa Tengah pada pertengahan Februari 2026. Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan luapan sungai, merendam permukiman warga dan fasilitas publik. Laporan yang dihimpun dari Senin (16/2) hingga Selasa (17/2) itu juga diiringi peringatan dari BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam dalam beberapa hari ke depan.

Banjir Rendah Permukiman di Pemalang

Kabupaten Pemalang menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Hujan lebat yang mengguyur sejak Minggu (15/2) memicu peningkatan muka air Kali Rambut hingga meluap. Akibatnya, empat desa di Kecamatan Pemalang, yaitu Tambakrejo, Bojongnangka, Wanamulya, dan Lawangrejo, terendam banjir.

Data dari lapangan menunjukkan dampak yang signifikan: sebanyak 1.445 unit rumah warga terendam. Tidak hanya rumah penduduk, banjir juga melumpuhkan aktivitas publik dengan merendam tiga fasilitas umum, tiga belas unit sekolah, tujuh tempat ibadah, dan satu pabrik. Untuk mengantisipasi keadaan darurat, tim BPBD setempat telah mengerahkan perahu karet guna membantu mobilisasi warga yang membutuhkan.

Kondisi mulai menunjukkan perbaikan pada Senin (16/2). Intensitas hujan yang mulai mereda membuat genangan air berangsur surut, meskipun proses pemulihan di daerah terdampak diperkirakan masih akan berlanjut.

Dampak Serupa di Kabupaten Tegal

Tidak jauh dari Pemalang, Kabupaten Tegal juga mengalami musibah serupa pada hari Senin. Luapan Sungai Cacaban akibat hujan deras menyebabkan banjir di Kecamatan Kramat dan Suradadi. Peristiwa ini berdampak pada 896 rumah warga, dengan satu unit di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, meski beruntung hanya berupa luka ringan. Satu warga yang terluka telah segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat. Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Tegal bersama instansi terkait bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Seperti di Pemalang, banjir di Tegal dilaporkan telah surut pada hari yang sama.

Peringatan Dini dan Imbauan Kesiapsiagaan

Sementara proses tanggap darurat berlangsung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan yang perlu diwaspadai. Lembaga yang berwenang dalam pemantauan cuaca ini memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 17 hingga 19 Februari 2026.

Menyikapi prakiraan tersebut, BNPB secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

BNPB menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca secara berkala dari sumber yang terpercaya. Masyarakat di daerah rawan didorong untuk proaktif menjaga kebersihan saluran air dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga, terutama jika hujan lebat berlangsung lama dan mengurangi jarak pandang.

Di sisi kelembagaan, pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan dapat memastikan kesiapan penuh. "Kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi agar respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan," jelas BNPB dalam rilis resminya. Langkah-langkah antisipatif dan koordinasi yang solid dinilai krusial untuk meminimalisir risiko dan dampak di tengah ancaman cuaca ekstrem ini.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar