Bulog Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Ramadhan, Cabai Masih Jadi Perhatian

- Jumat, 20 Februari 2026 | 06:50 WIB
Bulog Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Ramadhan, Cabai Masih Jadi Perhatian

PARADAPOS.COM - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional Jakarta pada Jumat (20/2/2026). Langkah ini dilakukan bersama Tim Satgas Pangan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga sejumlah bahan pokok, menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriah dan persiapan Lebaran 2026.

Stok Aman, Harga Pokok Stabil

Setelah meninjau langsung kondisi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rizal menyampaikan temuan awal yang cukup menggembirakan. Stok berbagai kebutuhan pokok terpantau melimpah, sementara harga-harga komoditas utama masih berada dalam koridor yang stabil. Kondisi ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci dan hari raya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal memberikan penjelasan langsung mengenai hasil pemantauan di lapangan. "Pagi hari ini kami dengan Tim Satgas Pangan melaksanakan pengecekan harga sembako maupun semua barang-barang ataupun perlengkapan dapur selama bulan Ramadhan serta kesiapan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Alhamdulillah dari dua pasar saya lihat stok cukup banyak, kemudian juga harga-harga cukup stabil," ungkapnya.

Detail Harga Beras dan Minyak Goreng

Secara rinci, harga beras medium di pasar dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni sekitar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP dibanderol Rp12.500 per kg dan beras premium sekitar Rp14.900 per kg. Stabilitas ini, menurutnya, tidak lepas dari sinergi yang baik antara produsen, pedagang, dan pengawasan Satgas Pangan.

Untuk MinyaKita, Bulog memastikan penjualan di tingkat pengecer sesuai HET Rp15.700 per liter. Guna mencegah penambahan margin berlapis, distribusi minyak goreng curah ini dilakukan secara langsung dari gudang Bulog ke pengecer di pasar melalui mekanisme SP2KP, dengan harga dasar Rp14.500 per liter dari gudang.

Kenaikan Harga Cabai Jadi Perhatian Khusus

Meski kondisi umum stabil, ada beberapa komoditas yang memerlukan perhatian lebih. Rizal mengakui bahwa harga cabai mengalami kenaikan signifikan, diduga akibat dampak cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi. Cabai merah keriting, misalnya, naik dari kisaran Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Kenaikan lebih tajam terlihat pada cabai rawit merah. Di Pasar Minggu, komoditas ini dijual dengan harga antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per kg, sementara di Pasar Kramat Jati harganya sekitar Rp120.000 per kg. Menghadapi hal ini, Bulog berjanji akan segera berkoordinasi dengan distributor dan asosiasi terkait untuk mencari solusi penstabilan harga sebelum Lebaran.

Pantauan Harga Komoditas Lainnya

Selain cabai, pemantauan juga dilakukan terhadap komoditas lain. Harga tepung terigu masih relatif standar, yakni sekitar Rp10.000 per kilogram. Untuk daging sapi, harga berkisar di angka Rp140.000 per kg dengan variasi tertentu hingga Rp145.000. Bulog menyatakan akan memperketat pemantauan hingga ke tingkat rumah potong hewan (RPH). Sementara itu, harga telur ayam ras berada di level Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram.

Secara keseluruhan, sidak ini merefleksikan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya pada momen-momen penting seperti Ramadhan dan Lebaran. Dengan memperkuat sistem distribusi dan pengawasan harga di tingkat pasar, diharapkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok tetap terjaga dengan baik.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar