Fadli Zon Tinjau Museum Mpu Tantular, Soroti Pentingnya Revitalisasi Tata Pamer

- Minggu, 22 Februari 2026 | 06:50 WIB
Fadli Zon Tinjau Museum Mpu Tantular, Soroti Pentingnya Revitalisasi Tata Pamer

PARADAPOS.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk mengevaluasi koleksi dan fasilitasnya. Kunjungan kerja ini bertujuan mengidentifikasi potensi pengembangan museum sebagai pusat edukasi dan kegiatan budaya yang lebih hidup dan relevan bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Koleksi Bernilai Sejarah Tinggi Perlu Penjagaan

Dalam kunjungannya, Menteri Fadli Zon menyoroti kekayaan dan nilai historis yang tersimpan di museum seluas tiga hektar ini. Ia mengingatkan pentingnya menjaga warisan koleksi yang dibangun sejak era kolonial.

"Museum Negeri Mpu Tantular, sebuah museum yang cukup besar dengan kawasan sekitar tiga hektar. Di sini banyak sekali koleksi yang dalam riwayatnya dahulu didirikan oleh seorang tokoh Belanda bernama (G.H) Von Faber. Koleksi yang sangat berharga ini sangat penting untuk dijaga," tegas Fadli Zon melalui rilis pers, Minggu.

Museum ini menyimpan sekitar 15.000 koleksi, dengan 1.100 di antaranya dipamerkan, yang merepresentasikan perjalanan panjang peradaban Jawa Timur dari masa prasejarah hingga kolonial. Beberapa koleksi unggulan, seperti perhiasan bermotif Garudeya dan arca Durga, bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Revitalisasi Tata Pamer dan Narasi untuk Daya Tarik

Meski telah kembali menyandang status museum tipe A, Menbud menilai peningkatan kualitas penyajian kepada publik masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, koleksi luar biasa membutuhkan pengemasan cerita yang kuat agar lebih komunikatif.

"Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda. Selain itu tentu diperlukan tata cahaya, tata pamer dan storyline untuk membuat museum lebih menarik," jelasnya.

Penataan ulang display, pencahayaan, dan alur cerita dinilai krusial untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih mendalam dan edukatif, sekaligus mendekatkan museum kepada audiens yang lebih luas.

Dari Koleksi ke Kreativitas: Membangun Ekosistem Museum

Langkah pengembangan tidak hanya berfokus pada fisik pameran. Fadli Zon juga menekankan pentingnya mengembangkan produk kreatif berbasis kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki museum. Merchandise yang terinspirasi dari koleksi, seperti motif Garudeya, dapat menjadi sarana edukasi sekaligus sumber pendapatan tambahan untuk keberlangsungan museum.

Visi besarnya adalah mengubah museum dari sekadar ruang pamer statis menjadi ruang aktivitas budaya yang dinamis—sebuah pusat edukasi, informasi, dan kantong budaya yang benar-benar hidup dan dikunjungi masyarakat.

Kolaborasi Kunci Pengembangan Jangka Panjang

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Menbud menegaskan bahwa kerja sama multipihak mutlak diperlukan. Dukungan pemerintah pusat akan difokuskan pada program non-fisik, edukasi, dan pendanaan melalui dana alokasi khusus.

Di sisi lain, keterlibatan aktif pemerintah daerah, sektor swasta, dan para filantropis didorong untuk memperkuat ekosistem permuseuman. Pendekatan kolaboratif ini dinilai telah menunjukkan hasil positif dalam pengelolaan sejumlah cagar budaya nasional, di mana banyak pihak tergerak memberikan kontribusi sukarela.

Dengan langkah strategis ini, diharapkan Museum Negeri Mpu Tantular dapat memaksimalkan perannya sebagai penjaga memori kolektif bangsa sekaligus ruang publik yang inspiratif bagi kemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar