Pelatih Indra Widjaja Apresiasi Program Aklimatisasi Tim Pelatnas Jelang All England 2026

- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:50 WIB
Pelatih Indra Widjaja Apresiasi Program Aklimatisasi Tim Pelatnas Jelang All England 2026

PARADAPOS.COM - Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, menilai positif program aklimatisasi yang dijalani tim pelatnas jelang All England Open 2026. Keberangkatan lebih awal ke Inggris dinilai sebagai langkah strategis untuk pemulihan fisik dan adaptasi, terutama bagi debutan muda Alwi Farhan, sebelum menghadapi atmosfer turnamen bergengsi tersebut.

Pentingnya Aklimatisasi untuk Pemulihan dan Adaptasi

Tim Indonesia memulai perjalanan panjang menuju Inggris dengan rute ke London via Istanbul, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke kota Milton Keynes. Dalam pandangan Indra, waktu ekstra yang didapat sebelum turnamen dimulai merupakan aset berharga. Ia menekankan bahwa jeda ini sangat krusial bagi para atlet untuk memulihkan kondisi tubuh usai menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.

Indra Widjaja menjelaskan, "Saya rasa ini positif, terutama untuk penyesuaian waktu dan perjalanan panjang dari Indonesia ke Inggris. Recovery bisa lebih bagus."

Mengelola Tekanan di Panggung Perdana

All England 2026 akan menjadi pengalaman pertama bagi Alwi Farhan di turnamen tertua dan paling bergengsi dalam dunia bulu tangkis tersebut. Indra menyadari sepenuhnya bahwa atmosfer di arena All England kerap digambarkan memiliki nuansa tersendiri yang berbeda dari ajang lainnya. Ia pun mengambil pendekatan yang membangun untuk mempersiapkan anak asuhnya itu.

Alih-alih membebani pemain muda itu dengan label-label tertentu, Indra lebih menekankan pada pentingnya menikmati proses. "Memang orang bilang atmosfer All England itu angker, tapi apa pun itu, saya rasa ini pengalaman yang baik untuk dia," ungkapnya.

Bagi pelatih yang berpengalaman ini, menghadapi tekanan dan atmosfer besar seperti di All England merupakan bagian integral dari proses pematangan mental seorang atlet elite. Turnamen semacam ini menjadi tolok ukur nyata untuk menguji kesiapan bertanding di level tertinggi.

Persiapan Menyeluruh Menjadi Kunci

Selain persiapan mental, adaptasi terhadap faktor eksternal seperti cuaca dingin Inggris dan perbedaan zona waktu juga mendapat perhatian serius. Dengan menggelar mini training camp lebih awal, para pemain mendapatkan ruang yang cukup untuk menyesuaikan ritme tubuh sebelum benar-benar masuk ke dalam ketegangan fase pertandingan.

Dari seluruh kontingen Indonesia yang akan turun di All England 2026, hanya satu pasangan ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi, yang tidak mengikuti program aklimatisasi ini. Keduanya masih menyelesaikan tugas di German Open terlebih dahulu.

Secara keseluruhan, Indra Widjaja menegaskan bahwa fondasi utama dalam menghadapi turnamen besar adalah persiapan yang matang. Meski hasil akhir tetap menjadi target, ia meyakini bahwa pengalaman dan pembelajaran yang didapat di panggung seperti All England akan menjadi modal tak ternilai bagi perkembangan karier para atlet, khususnya bagi masa depan tunggal putra Indonesia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar