PARADAPOS.COM - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menghadiri langsung kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar bagi para pelajar di SMAN 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 21 Mei 2026. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan mental, skrining tuberkulosis (TBC), serta pemeriksaan mata, yang semuanya dirancang untuk meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini di kalangan remaja.
Suasana di halaman sekolah tampak hidup ketika rombongan tiba. Para siswa yang antre tampak antusias mengikuti serangkaian pemeriksaan yang disediakan. Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan PKK yang selama ini dikenal memiliki sepuluh program pokok, dan kesehatan menjadi salah satu prioritas utamanya.
Kesehatan Mental Jadi Sorotan Utama
Dalam sambutannya, Tri menekankan bahwa kesehatan mental menjadi perhatian serius dalam kegiatan kali ini. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar remaja di tingkat SMA tengah berada pada fase kehidupan yang penuh dengan dinamika emosional. Menurutnya, perasaan galau adalah hal yang wajar, namun tetap perlu dikenali dan dipahami agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih rumit.
“Salah satu program ini adalah kesehatan. Saat ini kenapa PKK melakukan cek kesehatan gratis, mental, mata, dan TBC? Karena memang kita menganggap bahwa kesehatan mental itu amat penting,” ujar Tri dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dari pengamatan di lapangan, antusiasme siswa terhadap sesi konseling kesehatan mental cukup tinggi. Banyak dari mereka yang sebelumnya mungkin enggan membicarakan kondisi psikologisnya, kini mulai terbuka setelah mendapatkan penjelasan dari para tenaga kesehatan yang bertugas.
Skrining TBC dan Pemeriksaan Mata
Selain isu kesehatan mental, Tri juga menyoroti tingginya kasus TBC di Indonesia yang membutuhkan perhatian bersama. Ia mengingatkan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang pengobatannya memerlukan kedisiplinan tinggi. Pemeriksaan mata pun tak kalah penting, mengingat banyak pelajar yang mulai mengeluhkan gangguan penglihatan akibat terlalu lama terpapar layar gawai.
“Anak-anakku semua, jangan lupa kalian adalah generasi muda yang penuh mimpi. Saya yakin di SMA ini banyak sekali mimpinya,” tuturnya dengan nada penuh semangat di hadapan para siswa.
Pesan itu ia sampaikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, kecerdasan dan cita-cita besar akan sulit dicapai secara optimal jika kondisi fisik dan mental tidak sehat. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa kesehatan adalah investasi utama untuk masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap kesehatan remaja tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan pendekatan yang menyentuh langsung ke sekolah-sekolah, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, bisa tertanam sejak dini.
Artikel Terkait
Menhaj Temukan Data Kapasitas Tenda Arafah Tak Sesuai Jumlah Tempat Tidur
Alumni GMNI Jakarta Raya Dukung Kebijakan Prabowo Jadikan BUMN Eksportir Tunggal Komoditas Strategis
Dinkes Madiun Gencarkan Pemantauan Kualitas Udara Dalam Ruang untuk Cegah Penyakit Pernapasan
Presiden Jerman Kecam Agresi Militer AS-Israel ke Iran sebagai Perang yang Tidak Perlu