Staf Khusus MenHAM Kunjungi Remaja Korban Penganiayaan Diduga Oknum Brimob di Ambon

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:26 WIB
Staf Khusus MenHAM Kunjungi Remaja Korban Penganiayaan Diduga Oknum Brimob di Ambon

PARADAPOS.COM - Staf Khusus Menteri HAM Yosef Sampurna Nggarang (Yos Nggarang) mendatangi rumah sakit di Ambon untuk menjenguk seorang remaja berusia 15 tahun, korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota Brimob Polda Maluku. Kunjungan ini merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap insiden tragis di Tual, Maluku Tenggara, pada 19 Februari 2026, yang merenggut nyawa adik korban dan melukai fisik serta psikis keluarga yang ditinggalkan.

Komitmen Negara dalam Pemulihan Korban

Kedatangan tim Kementerian HAM ke lokasi bukan sekadar kunjungan formal. Langkah ini dimaknai sebagai bentuk konkret kehadiran negara untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia korban serta keluarganya. Yos Nggarang menekankan, agenda ini adalah panggilan moral dan kewajiban konstitusional yang mendesak, terutama di tengah luka dan trauma yang masih sangat terasa.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/2/2026), Yos Nggarang secara khusus menyampaikan pesan dari pimpinannya. "Saya mewakili bapak Menteri HAM, Natalius Pigai. Memastikan hak-hak korban untuk mendapat pelayanan, perawatan kesehatan terpenuhi dengan baik," ungkapnya. Ia menambahkan, upaya pemulihan juga mencakup aspek psikologis bagi korban dan keluarganya, termasuk konseling dan dukungan sosial.

Kondisi Korban dan Harapan ke Depan

Di Rumah Sakit Tingkat II Prof JA Latumeten, Ambon, Yos Nggarang didampingi sejumlah pejabat wilayah Kementerian HAM. Mereka melihat langsung kondisi NK, yang mengalami cedera berat pada tangan kanannya. Dalam dialog singkat di ruang perawatan, remaja itu menyampaikan keinginannya untuk segera pulih dan kembali mengejar cita-citanya di bangku sekolah.

Momen pertemuan itu juga digunakan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada orang tua NK. Yos Nggarang menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga tersebut, menegaskan bahwa negara hadir untuk mendampingi proses pemulihan mereka dari segala sisi. Kunjungan lapangan semacam ini dianggap krusial untuk mendapatkan gambaran langsung sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa kasus-kasus pelanggaran HAM mendapat perhatian serius.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar