PARADAPOS.COM - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Andalas Timur, Kota Padang, Rabu (25/2/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.43 WIB itu menghanguskan empat petak bangunan, mengakibatkan 14 jiwa dari 4 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari satu jam, mencegah kerugian yang lebih besar dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Respons Cepat di Tengah Tantangan Lokasi
Laporan kebakaran yang masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung direspons dengan sigap. Armada pemadam dilaporkan tiba di lokasi hanya dalam empat menit. Tantangan langsung yang dihadapi tim adalah kondisi lokasi kejadian. Kawasan permukiman di Kelurahan Andalas itu dikenal padat dengan akses jalan yang relatif sempit, menyulitkan mobil pemadam untuk bermanuver.
Meski demikian, upaya pemadaman yang melibatkan 80 personel dan 6 unit armada berjalan intensif. Api yang sempat menjalar akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 10.35 WIB.
Saksi Mata Melihat Awal Mula Percikan Api
Kronologi awal kebakaran diungkapkan oleh seorang saksi mata di lokasi, Eng Sulfa (32). Ia melihat percikan api disertai kepulan asap tebal yang muncul dari salah satu bangunan. Melihat situasi yang membahayakan, warga sekitar langsung mengambil inisiatif untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, membenarkan laporan dari warga tersebut. "Saksi melihat percikan api dan asap, kemudian langsung melapor. Kami mengerahkan sedikitnya 80 personel dan 6 unit armada pemadam ke lokasi untuk memutus penjalaran api," jelasnya.
Kerugian Materiil dan Upaya Pencegahan Kerusakan Lebih Luas
Kebakaran ini menimbulkan kerusakan material yang signifikan. Empat petak bangunan—satu rumah hunian dan tiga rumah kontrakan—seluas sekitar 500 meter persegi dilaporkan rusak berat. Sebuah sepeda motor juga ikut terdampak. Total kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp 800 juta.
Namun, upaya pemadaman yang cepat dan terkoordinasi berhasil mencegah bencana yang lebih parah. Tim pemadam berhasil melindungi aset di sekitarnya yang nilainya jauh lebih besar. "Berkat penanganan cepat, kami berhasil menyelamatkan aset di sekitar lokasi yang nilainya mencapai kurang lebih Rp5 miliar, termasuk lima bangunan rumah dan satu toko bangunan yang nyaris terdampak," tambah Rinaldi.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, suasana di lokasi telah kondusif. Seluruh penghuni yang terdampak telah dievakuasi dan tidak ada laporan korban luka-luka maupun jiwa. Meski saksi melihat awal mula percikan api, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Investigasi mendalam diperlukan untuk menentukan titik awal dan sumber api, guna memberikan kejelasan dan pembelajaran dari peristiwa ini.
Artikel Terkait
Menko AHY: Fokus Infrastruktur Beralih ke Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
Gempa M 5,0 Guncang Pasaman Barat, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Tanah Longsor di Minas Gerais Tewaskan 25 Orang, 43 Masih Hilang
Imsak Kota Medan Hari Ini Pukul 05:12 WIB