PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur negara bagian Minas Gerais, Brasil tenggara, memicu tanah longsor dahsyat yang menewaskan sedikitnya 25 orang. Bencana yang terjadi pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat itu juga menyebabkan 43 orang hilang, memaksa ratusan warga mengungsi, dan mendorong pemerintah federal Brasil menetapkan status keadaan darurat di wilayah terdampak.
Pemandangan Suram dari Udara dan Medan yang Sulit
Dari ketinggian, rekaman drone memperlihatkan pemandangan suram di kota Juiz de Fora. Reruntuhan rumah-rumah yang tersapu tanah dan lumpur terhampar di antara lereng yang gundul. Di permukaan tanah, tim penyelamat yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran dan relawan bekerja tanpa henti, menelusuri puing-puing dengan bantuan anjing pelacak. Mereka berjuang melawan waktu dan kondisi medan yang berat untuk menemukan korban yang masih tertimbun.
Dinas pemadam kebakaran setempat mengonfirmasi bahwa 18 korban jiwa ditemukan di Juiz de Fora, sementara tujuh lainnya berasal dari kota Uba yang berjarak sekitar 110 kilometer. Operasi pencarian masih terus berlangsung, difokuskan pada area-area terdampak terparah di mana permukiman warga hancur diterjang longsoran.
Tantangan Evakuasi di Tengah Bencana
Luasnya area bencana menjadi hambatan utama bagi para penyelamat. Petugas pemadam kebakaran, Demetrius Bastus Goulart, mengungkapkan kompleksitas situasi yang mereka hadapi di lapangan.
"Tantangan terbesar adalah area tersebut yang sangat luas, termasuk 12 rumah dan sejumlah besar penduduk yang berada di dalam rumah mereka karena hujan di malam hari," jelasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan skala tragedi yang terjadi secara tiba-tiba di malam hari, ketika banyak warga sedang beristirahat di rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya, ratusan orang harus dievakuasi. Balai kota Juiz de Fora mencatat sekitar 440 orang terpaksa mengungsi, sementara kegiatan belajar-mengajar di sekolah terpaksa ditangguhkan sementara.
Musim Hujan dan Kerentanan Bencana
Bencana ini terjadi saat sebagian besar wilayah Brasil tengah memasuki puncak musim hujan, yang biasanya berlangsung dari Desember hingga Maret. Periode ini kerap ditandai dengan curah hujan tinggi yang memicu banjir bandang dan pergerakan tanah, terutama di daerah dengan topografi berbukit seperti Minas Gerais. Penetapan status keadaan darurat oleh pemerintah pusat merupakan langkah formal untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, medis, dan dana untuk penanganan darurat serta pemulihan infrastruktur yang rusak parah.
Sementara tim gabungan terus bekerja, fokus utama tetap pada pencarian puluhan orang yang masih dinyatakan hilang. Masyarakat setempat dan keluarga korban kini berharap dalam ketidakpastian, menunggu kabar di tengah upaya kemanusiaan yang berlangsung di sisa-sisa kehancuran.
Artikel Terkait
Persib Bandung Jaga Rekor Tak Terkalahkan di GBLA Saat Hadapi Madura United
Pemkab Bogor Siapkan Puluhan Bus Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Polisi Akan Tes Urine Pengemudi Calya yang Ugal-ugalan dan Tabrak Motor di Gunung Sahari
Menko AHY: Fokus Infrastruktur Beralih ke Ruang Kreatif untuk Generasi Muda