PARADAPOS.COM - Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan di area kampus pada Kamis (26/2/2026). Serangan yang diduga menggunakan kapak itu terjadi saat korban hendak menjalani sidang proposal skripsi. Pelaku, yang dikenali sebagai Reyhan Mufazzar (22), merupakan teman satu kampus dan sempat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama korban. Faradilla saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
Motif Diduga Kekecewaan Asmara
Berdasarkan keterangan kepolisian, motif di balik aksi kekerasan ini diduga kuat berakar dari penolakan. Reyhan mengaku memiliki perasaan lebih terhadap Faradilla. Namun, perasaannya ternyata tidak berbalas. Kekecewaan yang mendalam diduga memicu pelaku untuk bertindak di luar nalar, menyerang korban secara tiba-tiba di lingkungan kampus.
Profil Pelaku yang Tertutup
Sosok Reyhan digambarkan sebagai pribadi yang pendiam oleh rekan-rekan kampusnya. Rida Falawati, salah seorang teman korban, memberikan gambaran mengenai sifat asli pelaku yang merupakan teman seangkatannya.
“Pelaku dikenal di kampus sebagai anak yang pendiam, jarang berbicara, jarang bersosialisasi, memang tertutup dengan siapapun,” ungkap Rida.
“Tapi antara pelaku dan korban saling mengenal pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kebetulan mereka satu desa,” sambungnya.
Deskripsi ini menguatkan kesan bahwa hubungan keduanya terjalin selama program pengabdian masyarakat tersebut, jauh sebelum insiden tragis ini terjadi.
Kondisi Korban dan Proses Penyidikan
Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan. Setelah menjalani operasi, kondisinya dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan. Meski sudah bisa berkomunikasi, kondisi kesehatannya belum sepenuhnya stabil untuk dimintai keterangan resmi guna kepentingan penyidikan.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menjelaskan tahapan yang sedang dilakukan oleh timnya.
“Korban tadi malam pasca operasi di RSUD Arifin Achmad kini sudah bisa berkomunikasi. Namun untuk bicara intens untuk diambil keterangan sejauh ini belum bisa karena pasca pemulihan dari operasi yang dilakukan tadi malam,” jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian pihak berwajib dalam menangani korban, mengutamakan pemulihan kesehatan sebelum proses hukum berjalan lebih lanjut. Investigasi terus dilakukan untuk mengungkap secara komprehensif kronologi dan latar belakang kejadian yang telah mengejutkan komunitas kampus tersebut.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Tinjau Pengungsian Banjir, Pastikan Logistik dan Layanan Dasar
DLU Siapkan Harga Tiket Dinamis dan Distribusi Logistik Awal untuk Antisipasi Mudik Lebaran 2026
BNPB Siapkan Teknologi dan Koordinasi Ketat Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2026
Lembaga Sertifikasi Halal Australia Raih Penghargaan Internasional di Jakarta