50 SMA di Jabodetabek Ditunjuk Jadi Titik Kumpul E-Waste, Targetkan 5 Ton Limbah Elektronik

- Jumat, 12 Juni 2026 | 16:50 WIB
50 SMA di Jabodetabek Ditunjuk Jadi Titik Kumpul E-Waste, Targetkan 5 Ton Limbah Elektronik
PARADAPOS.COM - Sebanyak 50 SMA di wilayah Jabodetabek resmi ditunjuk sebagai titik pengumpulan limbah elektronik atau e-waste dalam gerakan SayangiBumi yang digagas oleh Acer. Program ini menargetkan pengumpulan sampah elektronik hingga mencapai 5 ton. Peluncuran dilakukan di SMAN 82 Jakarta pada Kamis, 12 Juni 2026, dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.

Mengapa E-Waste Menjadi Perhatian Serius?

Seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, tantangan pengelolaan e-waste semakin mendesak. Laporan Global E-waste Monitor 2022 mencatat bahwa 62 juta ton e-waste dihasilkan di seluruh dunia setiap tahunnya. Ironisnya, 77,7 persen dari jumlah tersebut belum melalui proses daur ulang yang benar. Di Indonesia, situasinya tak kalah memprihatinkan. Berdasarkan data Global E-waste Monitor 2024, Indonesia tercatat sebagai salah satu penghasil limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara. Pada 2022 saja, timbunan e-waste di tanah air mencapai 1,9 juta ton.

Peran Aktif Generasi Muda

“Kami mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat bersama dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab,” ujar President Director Acer Indonesia, Leny Ng, saat peluncuran gerakan tersebut di SMAN 82 Jakarta. Menurut Leny, kesadaran lingkungan yang ditanamkan sejak dini akan berdampak besar pada masa depan. Ia menambahkan, “Kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan.” Selain menjadi tempat pengumpulan, sekolah-sekolah yang terlibat juga mendapat edukasi langsung melalui workshop e-waste. Workshop ini dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga November 2026 dan ditargetkan menjangkau ribuan siswa di seluruh Jabodetabek.

Program Changemaker dan Titik Pengumpulan Tambahan

Setiap sekolah peserta didorong untuk melahirkan perwakilan siswa yang akan menjadi penggerak nyata bagi rekan-rekannya melalui program SayangBumi Changemaker. Dari 50 SMA yang berpartisipasi, masing-masing akan memilih tiga siswa terpilih. Total akan ada 150 orang siswa Changemaker yang tersebar di seluruh Jabodetabek. Tak hanya itu, sejumlah titik pengumpulan tambahan di wilayah Jabodetabek juga akan diumumkan secara bertahap. Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab. Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan. “Upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif,” jelasnya. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar