PARADAPOS.COM - Serangan drone besar-besaran yang dilancarkan pasukan Rusia pada Kamis malam hingga Jumat pagi, 12 Juni 2026, memicu kebakaran hebat di sebuah fasilitas infrastruktur di Distrik Boryspil, wilayah Kyiv, Ukraina. Kobaran api dilaporkan meluas hingga mencakup area sekitar 2.000 meter persegi, memaksa petugas darurat termasuk spesialis proteksi radiasi dikerahkan ke lokasi. Di kota Mykolaiv, Ukraina selatan, seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat rentetan serangan udara tersebut.
Kebakaran Meluas dan Penanganan Darurat
Api mulai berkobar setelah salah satu drone menghantam lokasi infrastruktur tersebut. Petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan si jago merah yang terus meluas. Kehadiran spesialis proteksi radiasi di lokasi kejadian menimbulkan tanda tanya mengenai jenis fasilitas yang terkena dampak, meskipun otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal itu.
Di tengah kepungan asap dan panas, tim penyelamat bekerja cepat untuk mengendalikan situasi. Proses pemadaman berlangsung intensif sepanjang malam, mengingat luasnya area yang terbakar dan potensi risiko lanjutan dari serangan tersebut.
Klaim Pertahanan Udara Ukraina
Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan bahwa total 117 drone diluncurkan oleh pasukan Rusia dalam operasi tersebut. Dari jumlah itu, sistem pertahanan udara Ukraina diklaim berhasil menetralisir sebanyak 102 drone.
“Kami berhasil menghancurkan sebagian besar ancaman di udara, namun beberapa di antaranya tetap mencapai sasaran,” ujar seorang perwakilan Angkatan Udara Ukraina. Ia menambahkan bahwa tim teknis masih melakukan evaluasi di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada ancaman susulan.
Sementara itu, dampak serangan juga terasa di wilayah selatan. Di kota Mykolaiv, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat puing-puing yang berjatuhan setelah serangan udara. Korban telah mendapat penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Situasi di Distrik Boryspil masih dalam penanganan penuh, dengan petugas terus memantau titik-titik api yang tersisa. Belum ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan korban jiwa di lokasi kebakaran utama.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mendagri Dorong DKPP Utamakan Pencegahan demi Jaga Integritas Penyelenggara Pemilu
Kebakaran Landa Rumah Kos di Palmerah, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Kemenhaj Evaluasi Mobilitas Armuzna dan Perketat Istitha’ah Kesehatan untuk Haji 2027
Mahasiswa Mulai Bubar dari Kawasan Sudirman, Sebagian Massa Tanpa Almamater Masih Bertahan di Tosari