PARADAPOS.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa sejumlah pegawai bank Maybank Indonesia dalam penyelidikan dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit yang melibatkan Grup Salim. Pemeriksaan ini dikonfirmasi oleh laporan media internasional "Bloomberg" yang dikutip oleh "The Star" dan "Free Malaysia Today", menyebutkan bahwa bankir dari Maybank Indonesia telah membawa dokumen ke kantor Kejagung pekan lalu. Otoritas Indonesia tengah menyelidiki apakah transaksi ekspor PT Salim Ivomas Pratama, salah satu produsen minyak sawit terbesar di tanah air, dilakukan di bawah harga pasar untuk menyembunyikan keuntungan dan mengurangi kewajiban pajak.
Keterlibatan Maybank dalam Penyelidikan
Pemeriksaan terhadap Maybank Indonesia ini menjadi sorotan setelah kabar tersebut beredar luas di media internasional. Meskipun demikian, pihak Maybank Indonesia telah buka suara menanggapi situasi ini. Eksposur keuangan Maybank Indonesia terhadap PT Salim Ivomas Pratama disebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 150 miliar berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan. Namun, pemberi pinjaman ini telah menjadi mitra perbankan utama bagi Grup Salim yang lebih luas selama bertahun-tahun.
“Para bankir dari Maybank Indonesia disebut membawa dokumen ke kantor Kejaksaan Agung pekan lalu,” ungkap sumber anonim yang dikutip dalam laporan tersebut. Belum jelas apakah bank lain yang memiliki hubungan dengan grup tersebut juga telah diinterogasi oleh penyidik.
Fokus Investigasi pada Transaksi Ekspor
Kejagung disebut tengah meneliti secara detail apakah ekspor yang dilakukan oleh PT Salim Ivomas Pratama memang berada di bawah harga pasar. Langkah ini diduga sebagai upaya untuk menyembunyikan keuntungan dan mengurangi pajak yang seharusnya dibayarkan. Indonesia saat ini sedang menyelidiki 10 produsen sawit utama di tanah air dalam kasus yang sama.
Para penyelidik dilaporkan sedang mencari informasi tentang fasilitas perbankan yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Mereka juga ingin mengetahui sifat pengaturan pembiayaan yang selama ini berjalan. Pemberi pinjaman dilaporkan menyediakan fasilitas kredit bergulir yang ditujukan untuk kebutuhan modal kerja, bukan secara khusus untuk mendanai ekspor.
“Pihak berwenang sedang memeriksa apakah ada fasilitas yang terkait dengan transaksi yang sekarang sedang diselidiki,” jelasnya menambahkan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya otoritas untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perdagangan dan perpajakan di sektor kelapa sawit yang menjadi andalan ekspor nasional.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Tetapkan Pengusaha Jadi Tersangka Kelima Korupsi Pengadaan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis
Trump Klaim Kesepakatan Akhir Perang dengan Iran Hampir Tercapai, Teheran Bantah
Presiden Prabowo Terima Surat Apresiasi dari Siswa SMK di Sorong atas Bantuan Perpustakaan, Toilet, dan Makan Bergizi Gratis
Wamendagri Dorong Rumah Sakit Daerah Lakukan Transformasi Tata Kelola dan Digitalisasi Layanan