Gubernur DKI Ajak Ulama Jaga Ketentraman Ramadan dan Siapkan Program Mudik

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:00 WIB
Gubernur DKI Ajak Ulama Jaga Ketentraman Ramadan dan Siapkan Program Mudik

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama, untuk bersama-sama menjaga suasana teduh dan damai di Ibu Kota selama bulan Ramadan. Ajakan ini disampaikannya saat melakukan Safari Ramadan 1447 Hijriah ke Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026) petang. Dalam kunjungan yang dihadiri sejumlah pimpinan TNI, Polri, dan ormas keagamaan itu, Pramono juga mengungkapkan sejumlah rencana Pemprov DKI untuk memakmurkan bulan suci dan mempersiapkan perayaan Idulfitri.

Sambutan Hangat dan Harapan untuk Jakarta yang Damai

Memasuki area pondok pesantren sekitar pukul 17.50 WIB, Gubernur yang berpakaian koko putih, peci hitam, serta sarung hijau itu disambut langsung oleh Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif dan pengasuh ponpes, KH Lukman Hakim Hamid. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi keamanan seperti Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menandai pentingnya acara silaturahmi ini. Dalam suasana penuh keakraban, Pramono menyampaikan rasa syukurnya dapat berkumpul dengan warga di bulan penuh berkah.

Dia lantas menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam merawat ketenangan Ibu Kota. "Saya betul-betul berharap bahwa keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama," tegasnya.

Rencana Penghormatan untuk Ulama dan Revitalisasi MTQ

Lebih jauh, Gubernur mengungkapkan dua gagasan besarnya. Pertama, adalah inisiatif untuk menggelar acara haul tahunan bagi ulama dan tokoh Betawi terkemuka setiap bulan Juni, bertepatan dengan hari jadi Jakarta. Acara yang rencananya digelar di Monas ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka.

"Kenapa ini saya usulkan? Untuk memberikan penghormatan dan juga mendoakan para ulama-ulama yang telah berjasa bagi DKI Jakarta. Tentunya juga tokoh-tokoh utama Jakarta seperti Husni Thamrin dan sebagainya," jelas Pramono.

Kedua, dia mendorong revitalisasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan sistem berjenjang, mulai dari tingkat RT/RW. Menurutnya, langkah ini tidak hanya akan menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur'an, tetapi juga menyiapkan bibit-bibit unggulan untuk tingkat nasional.

"Saya betul-betul ingin MTQ itu dimulai kembali sampai level di bawah. Karena itulah kelebihan, kekuatan utama DKI Jakarta. Kalau kita bisa mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, dan kemudian provinsi memperebutkan Piala Gubernur, dan setelah itu tentunya juaranya dikirim ke nasional," paparnya.

Persiapan Menyambut Idulfitri

Mengalihkan pembahasan ke persiapan hari raya, Pramono menyebut sejumlah kebijakan yang sedang disiapkan untuk menyemarakkan Idulfitri. Tema "Mudik di Jakarta" akan diusung dengan berbagai program pendukung, seperti pemberian insentif pajak dan lomba diskon di pusat perbelanjaan. Yang tak kalah penting, pemerintah provinsi akan menggratiskan transportasi umum selama periode perayaan.

Menutup pernyataannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan melanjutkan semangat Ramadan dengan penuh sukacita. Harapannya, segala ikhtiar yang dilakukan selama bulan suci ini dapat membawa berkah dan kedamaian yang berkelanjutan bagi seluruh penghuni Jakarta.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar