PARADAPOS.COM - Seorang ibu muda berinisial APS (23) tewas dicekik oleh mantan pacarnya, MAP (33), di sebuah hotel di Muara Enim, Sumatera Selatan, pada 24 Mei 2026. Peristiwa tragis ini bermula dari pertemuan terlarang antara keduanya, yang berujung pada pembunuhan setelah korban meminta dibelikan ponsel baru. Pelaku kemudian membuang jasad korban ke Sungai Enim setelah membakarnya, dan kasus ini terungkap setelah warga menemukan sisa jasad tiga hari kemudian.
Pertemuan yang Berujung Maut
Korban dan pelaku diketahui pernah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun sebelum APS menikah dengan pria lain. Meski hubungan asmara mereka telah berakhir, komunikasi di antara keduanya tidak pernah terputus. Pada 24 Mei 2026, mereka sepakat untuk bertemu di sebuah hotel di Muara Enim.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, dalam konferensi pers pada Jumat (29/5/2026), korban tiba lebih dulu di hotel dan memesan kamar karena pelaku belum bisa datang tepat waktu. Sekitar pukul 04.00 WIB, APS kembali menghubungi MAP untuk segera datang. Pelaku tiba sekitar setengah jam kemudian.
“Selama berada di hotel, keduanya sempat melakukan hubungan badan sebanyak empat kali dari pagi hingga sore hari,” jelas Kapolres.
Pemicu Pertengkaran
Memasuki sore hari, suasana berubah tegang. Terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. APS sempat meminta dibelikan telepon genggam baru jenis iPhone. Namun, MAP menyatakan belum memiliki uang dan mengingatkan korban bahwa ia masih berstatus sebagai istri orang.
Permintaan yang tidak dipenuhi itu diduga membuat korban mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini memicu emosi pelaku hingga nekat mencekik korban.
“Pelaku emosi dan sakit hati, kemudian tangan kiri mencekik dan tangan kanan menutup mulut korban sambil tubuh pelaku menindih tubuh korban agar tidak berteriak dan berontak selama sekitar 10 menit hingga korban meninggal dunia di tempat,” ungkap Kapolres.
Upaya Menghilangkan Jejak
Setelah memastikan korban meninggal, pelaku sempat kebingungan dan memutuskan meninggalkan hotel untuk pulang ke rumahnya. Namun, keesokan harinya, 25 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, MAP kembali ke hotel karena jasad korban mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
Pelaku kemudian menekuk tubuh korban, membungkusnya dengan selimut hotel, dan memasukkannya ke dalam ember kamar mandi berwarna merah berukuran besar. Jasad tersebut dibawa menggunakan mobil Honda Brio miliknya menuju kawasan Jembatan Enim III.
“Sebelum menurunkan jasad korban, pelaku sempat mengecek kondisi sekitar dan memastikan tidak ada satpam penjagaan. Setelah dipastikan aman, pelaku menurunkan jasad korban dari lantai dua hotel ke dalam mobil,” kata Kapolres.
Dalam perjalanan menuju lokasi pembuangan, pelaku singgah membeli satu botol pertalite seharga Rp15 ribu di sebuah warung Pertamini. Setibanya di pinggir Sungai Enim, jasad korban yang masih di dalam ember dan terbungkus selimut ditumpuk dengan kayu, kemudian disiram pertalite dan dibakar.
“Ketika membakar jasad, mobil sengaja diparkir mepet ke pinggir sungai agar aktivitas pelaku tidak terlihat oleh orang yang melintas,” jelasnya.
Setelah tubuh korban hangus terbakar, jasad tersebut dibuang ke bawah jembatan hingga jatuh ke sungai sebelum pelaku meninggalkan lokasi.
Penemuan Jasad Korban
Kasus ini mulai terungkap ketika warga yang hendak nongkrong di pagar beton pembatas Jalan Baru di kawasan pinggiran Sungai Enim, Jembatan Enim III, Desa Karang Raja, menemukan jasad korban pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Penemuan tersebut langsung menghebohkan warga dan viral di media sosial.
“Atas penemuan jasad ini, personel Satreskrim Polres Muara Enim bersama Tim Identifikasi bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Kapolres.
Dari lokasi kejadian, petugas menemukan bekas pembakaran yang menguatkan dugaan bahwa korban sengaja dibunuh sebelum jasadnya dibuang ke sungai. Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam.
Berdasarkan hasil identifikasi medis di RSUD Dr HM Rabain Muara Enim, keterangan pihak keluarga, serta kecocokan dengan laporan orang hilang, identitas korban akhirnya dipastikan sebagai APS, warga Muara Enim yang sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari.
“Korban dikenali pihak keluarga melalui ciri khas pada bagian gigi, yakni adanya tambalan di antara dua gigi atas dan susunan gigi bawah kanan yang tidak rata,” terang Kapolres.
Penangkapan Pelaku
Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi, menelusuri aktivitas terakhir korban, serta mengumpulkan berbagai alat bukti. Semua petunjuk mengarah kepada mantan pacar korban berinisial MAP.
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di kawasan Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, pada Kamis (28/5/2026) sore.
Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Andrian menambahkan, sebelum mayat ditemukan, suami korban sempat melaporkan istrinya hilang ke Polres Lahat karena tidak pulang selama lebih dari tiga hari.
“Dari hasil penyelidikan, laporan orang hilang tersebut mengarah kepada korban yang ditemukan di Sungai Enim. Dari situlah tim bergerak cepat mengumpulkan saksi dan barang bukti hingga akhirnya pelaku berhasil diungkap,” ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Honda Brio warna merah yang digunakan untuk mengangkut jasad korban, dua unit handphone milik korban, kunci kamar hotel, bukti pembayaran hotel, pakaian pelaku, kayu bekas terbakar, kain hangus terbakar, serta sisa ember yang digunakan saat membakar jasad korban.
Atas perbuatannya, pelaku kini diamankan di Polres Muara Enim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pria Pengangguran di Sijunjung Cabuli Keponakan Kelas IV SD Puluhan Kali, Terinspirasi Film Porno
Jenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Kemhan, Akan Dimakamkan Secara Militer di Kalibata Hari Ini
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, Tiga Lainnya Hilang