Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Cabai Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

- Senin, 02 Maret 2026 | 12:25 WIB
Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Cabai Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

PARADAPOS.COM - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pasokan cabai nasional dalam kondisi aman menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Optimisme ini didasari oleh surplus produksi dari dua sentra utama di Jawa Timur, yakni Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri. Kepastian tersebut disampaikan pejabat Kementan usai melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Senin, 2 Maret 2026, meski diakui terdapat tantangan produktivitas akibat cuaca ekstrem.

Kondisi Panen dan Tantangan di Blitar

Berdasarkan data sistem peringatan dini (Early Warning System) untuk periode Maret–April 2026, Kabupaten Blitar diproyeksikan menghasilkan sekitar 7.050 ton cabai rawit merah, dengan surplus yang dapat didistribusikan mencapai 5.594 ton. Luas areal tanam saat ini mencakup sekitar 6.000 hektare, dengan potensi panen awal seluas 2.000 hektare diperkirakan mulai pertengahan Maret.

Di balik angka-angka tersebut, para pemangku kepentingan di lapangan mengakui adanya tekanan. Kepala Dinas Pertanian Blitar, Setiyana, menyebut panen memang telah dimulai dan akan meningkat menjelang Lebaran. Namun, ia tak menampik bahwa produktivitas tahun ini mengalami penurunan.

Fenomena ini turut diamati oleh anggota DPRD setempat. Anggota DPRD Blitar, Sarwi Riyanto, menyoroti bahwa produktivitas per tanaman turun dari kisaran 0,4–0,5 kilogram menjadi hanya 0,2–0,3 kilogram. Penurunan ini diduga kuat akibat kombinasi faktor kualitas benih, keterbatasan pengairan, serta gangguan cuaca yang tidak menentu.

Optimisme dan Langkah Antisipasi

Meski menghadapi kendala, otoritas terkait tetap yakin target pasokan dapat terpenuhi. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh Agung Sunusi, menyatakan keyakinannya setelah melihat langsung kesiapan pertanaman di sentra produksi.

“Melihat kondisi pertanaman dan kesiapan panen dua minggu ke depan, kami optimistis Blitar mampu memasok kebutuhan cabai hingga Idulfitri,” tuturnya.

Agung juga menekankan pentingnya perbaikan teknik budidaya ke depan, mulai dari penggunaan benih sehat, pemupukan yang berimbang, hingga penguatan sistem pengendalian hama dan penyakit tanaman (OPT). Langkah-langkah ini dianggap krusial untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan produksi di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Kontribusi dari Sentra Kediri

Sementara dari Kabupaten Kediri, data produksi menunjukkan angka yang juga menggembirakan. Pada Maret 2026, produksi cabai rawit merah di daerah ini tercatat sekitar 11.166 ton dengan surplus mencapai 9.195 ton. Luas areal yang dipanen diperkirakan sekitar 3.100 hektare.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, Suyono, pemanenan saat ini baru mencapai 20–30 persen dari total potensi. Ia memperkirakan volume panen akan terus meningkat, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Mei mendatang, sehingga dapat menjadi penyangga stok pasca-Lebaran.

Komitmen Jangka Panjang dan Stabilitas Harga

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa fokus mereka tidak hanya pada ketersediaan jangka pendet, tetapi juga pada keberlanjutan produksi. Pengendalian OPT dan antisipasi dampak cuaca ekstrem menjadi prioritas dalam kebijakan operasional di lapangan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Taufik Ratule, menyampaikan bahwa pemantauan produksi dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas di tingkat hilir.

“Kami memastikan stabilitas pasokan dan harga cabai tetap terjaga pada level wajar, sekaligus melindungi petani dan konsumen selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional,” jelas Taufik.

Pernyataan ini menggarisbawahi upaya pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan antara keberlangsungan usaha tani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, khususnya dalam momen penting keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar