Menlu RI Serukan De-eskalasi di Timur Tengah dalam Pembicaraan dengan Arab Saudi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 07:50 WIB
Menlu RI Serukan De-eskalasi di Timur Tengah dalam Pembicaraan dengan Arab Saudi

PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melakukan pembicaraan telepon dengan rekannya dari Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, pada Rabu (4/3/2026). Percakapan tingkat tinggi ini difokuskan pada upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah yang kian memanas menyusul serangkaian serangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Keprihatinan Indonesia dan Seruan De-eskalasi

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform media sosial, Menlu Sugiono secara tegas menyuarakan posisi pemerintah Indonesia. Ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perkembangan konflik terkini yang mengancam stabilitas kawasan.

“Saya berbicara dengan Yang Mulia Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan konflik terbaru di Timur Tengah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, diplomat senior itu menegaskan prinsip-prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak. Ia menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, yang menjadi pilar hukum internasional dan Piagam PBB.

Dukungan untuk Jalan Diplomasi

Di tengah situasi yang genting, Indonesia tidak hanya berhenti pada pernyataan keprihatinan. Menlu Sugiono secara aktif menawarkan kontribusi negara untuk mendorong perdamaian. Ia menekankan komitmen Indonesia yang berkelanjutan untuk proses de-eskalasi.

“Saya juga menyampaikan dukungan berkelanjutan Indonesia untuk de-eskalasi dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal,” tegas Menlu Sugiono.

Panggilan tersebut juga dikonfirmasi oleh pihak Arab Saudi. Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Kerajaan menyebutkan bahwa kedua menteri memang membahas perkembangan terbaru di kawasan dan berbagai upaya untuk meredakan ketegangan, menunjukkan kesamaan concern antara kedua negara.

Latar Belakang Eskalasi Militer

Percakapan diplomatik ini terjadi dalam atmosfer yang sangat mencekam. Pada 28 Februari lalu, serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban di kalangan sipil. Iran pun tidak tinggal diam dan membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Eskalasi yang cepat dan berbahaya inilah yang mendorong respons cepat dari Indonesia. Pemerintah tidak hanya menyerukan penghentian permusuhan segera, tetapi juga menyatakan kesiapan nyata untuk memfasilitasi dialog antar pihak yang bertikai guna mengembalikan stabilitas regional.

Pesan Presiden dan Kesiapan Berperan Aktif

Dukungan untuk langkah diplomatik ini juga datang dari tingkat tertinggi pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri, turut menyatakan kesiapan Indonesia untuk mendukung segala upaya diplomatik yang bertujuan meredakan ketegangan. Posisi ini mempertegas konsistensi Indonesia dalam politik luar negeri bebas aktif, selalu berusaha menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik internasional.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia menunjukkan perannya yang pro-aktif, mengedepankan kehati-hatian dan solusi damai berdasarkan hukum internasional, di tengah krisis yang berpotensi meluas.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar