Korlantas dan Pemprov Bali Koordinasi Pengamanan Mudik, Kemala Run, dan Nyepi 2026

- Kamis, 05 Maret 2026 | 13:50 WIB
Korlantas dan Pemprov Bali Koordinasi Pengamanan Mudik, Kemala Run, dan Nyepi 2026

PARADAPOS.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, melakukan audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar, Kamis (5/3/2026). Pertemuan strategis ini membahas koordinasi pengamanan untuk tiga agenda besar yang akan berlangsung hampir bersamaan di Pulau Dewata: Operasi Ketupat 2026 untuk arus mudik Lebaran, event lari Kemala Run, dan perayaan Hari Raya Nyepi. Audiensi ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di tengah padatnya jadwal kegiatan tersebut.

Koordinasi Awal untuk Agenda Padat

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Bali itu menjadi langkah awal koordinasi lintas instansi yang krusial. Gubernur Koster secara langsung menyambut baik inisiatif jajaran Korlantas Polri yang datang untuk berkoordinasi lebih awal. Ia menilai langkah ini penting mengingat kompleksitas pengamanan yang akan dihadapi, menyangkut arus transportasi nasional dan aktivitas keagamaan lokal.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang melakukan audiensi untuk menyampaikan beberapa rencana kegiatan. Yang pertama adalah Operasi Ketupat dalam rangka mengamankan aktivitas lalu lintas selama mudik Lebaran. yang kedua kegiatan Kemala Run, dan yang ketiga adalah pengamanan Hari Raya Nyepi,” tutur Koster.

Klirifikasi Isu dan Dukungan Penuh Pemprov

Dalam paparannya, Gubernur Koster juga memberikan klarifikasi terkait isu yang sempat beredar mengenai benturan waktu antara Nyepi dan Idul Fitri. Ia menjelaskan dengan rinci bahwa kedua hari besar tersebut tidak sepenuhnya berhimpit, sehingga memungkinkan pengaturan yang tertib. Lebih dari itu, ia menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung setiap program pengamanan Polri.

“Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antarumat beragama di Bali telah dilakukan jauh-jauh hari untuk mencegah kesalahpahaman. Pemerintah daerah bersama tokoh agama telah menyiapkan surat edaran bersama yang melibatkan seluruh majelis, termasuk Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali.

“Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah,” jelas Koster.

Fokus pada Operasi Kemanusiaan dan Event Besar

Di sisi lain, Irjen Agus Suryonugroho menekankan bahwa Operasi Ketupat yang akan digelar lebih dari sekadar operasi lalu lintas biasa. Ia menyebutnya sebagai operasi kemanusiaan dimana negara hadir untuk memastikan momentum sosial masyarakat, seperti mudik dan perayaan hari raya, berjalan dengan aman dan nyaman.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat,” tegas Irjen Agus.

Pengamanan akan difokuskan pada beberapa klaster vital, mulai dari jalur tol, jalan arteri, hingga pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk-Ketapang yang menjadi gerbang utama Bali. Tempat ibadah dan kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi juga menjadi perhatian khusus.

Dukungan untuk Kemala Run dan Pengaturan Nyepi

Selain membahas mudik Lebaran, audiensi ini juga membahas persiapan event Kemala Run yang rencananya akan diikuti oleh sekitar 15.000 peserta. Gubernur Koster menyatakan lokasi yang disiapkan sudah layak, meski memerlukan perbaikan akses jalan kecil yang akan segera ditindaklanjuti.

“Yang lebih menggembirakan, rencana Kemala Run akan digelar di Bali dan Pak Gubernur memberikan dukungan yang luar biasa. Ini tentu menjadi kolaborasi yang baik agar kegiatan dapat berjalan lancar,” kata Kakorlantas.

Terkait Hari Raya Nyepi, telah disiapkan pengaturan khusus untuk penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. Jam operasional kapal akan disesuaikan untuk menghormati hari suci umat Hindu tersebut, dengan koordinasi ketat antara jajaran kepolisian dan otoritas pelabuhan.

“Penyeberangan Gilimanuk sudah diatur jam berapa dibuka dan jam berapa ditutup, termasuk dari Ketapang ke Gilimanuk. Kami juga sudah mendapat laporan dari Dirlantas Polda Bali,” jelasnya.

Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan

Pertemuan ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya sinergi berkelanjutan antara Polri dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang erat dinilai sebagai kunci utama untuk menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat dan wisatawan di Bali selama periode padat mendatang.

“Dengan kolaborasi yang baik, negara hadir untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” tutup Irjen Agus.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, jajaran Korlantas Polri dijadwalkan untuk melanjutkan rangkaian koordinasi di lapangan, termasuk dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti komunitas ojek online, GP Ansor, dan pecalang. Langkah-langkah konkret ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya pada level kebijakan tetapi juga pada tingkat pelaksanaan di masyarakat.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar