PARADAPOS.COM - Tiga pejabat tinggi pemerintah, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, melakukan pemantauan langsung terhadap arus balik Lebaran 2026 dari pusat komando. Peninjauan ini dilakukan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMCT) pada Rabu, 25 Maret 2026, guna mengevaluasi kelancaran dan keamanan perjalanan pasca-momen mudik Idulfitri 1447 H.
Evaluasi Operasional dan Antisipasi Puncak Kedua
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono itu, dipaparkan laporan komprehensif pelaksanaan operasional layanan selama periode H-10 hingga H 3 Lebaran. Data yang disajikan mencakup volume lalu lintas, indikator rekayasa lalu lintas, pengelolaan rest area, hingga pemanfaatan teknologi terintegrasi yang dapat diakses publik melalui aplikasi Travoy.
Rivan menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat yang dinilai turut berkontribusi pada kelancaran arus mudik, meski mencatat rekor volume kendaraan tertinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sehingga perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270 ribu yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu, 24 Maret 2026.
Dia melanjutkan bahwa pengendalian puncak arus balik gelombang pertama telah berjalan sesuai rencana. Fokus saat ini, tuturnya, beralih ke antisipasi puncak gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada 28-29 Maret 2026.
“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret serta menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik lagi,” imbau Rivan.
Sinergi dan Pemantauan Berbasis Data Real-Time
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan laporan digital interaktif dari petugas lapangan di sejumlah titik vital, seperti Gerbang Tol Kalikangkung dan Rest Area Batang-Semarang. Hal ini menunjukkan bagaimana koordinasi antara pusat komando dan lapangan berjalan secara langsung.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa pemantauan melalui JMTC merupakan tulang punggung dalam pengambilan keputusan teknis di lapangan, seperti penerapan contraflow.
“Kami mengimbau masyarakat yang belum kembali agar dapat memanfaatkan sisa waktu perjalanan sehingga puncak arus balik dapat terurai. Keselamatan tetap menjadi prioritas, oleh karena itu pengendara diminta tidak memaksakan diri apabila lelah dan segera beristirahat di rest area untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas,” tegas Listyo.
Pernyataan Kapolri ini menyiratkan pendekatan yang berimbang antara pengaturan teknis lalu lintas dan kesadaran keselamatan individu pengemudi.
Apresiasi dan Harapan untuk Gelombang Balik
Menko PMK Pratikno turut memberikan apresiasi atas sinergi antar kementerian, lembaga, dan BUMN penyelenggara jalan tol. Ia mengakui bahwa tantangan tahun ini cukup berat dengan lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras luar biasa, keberhasilan ini tidak lepas dari langkah antisipatif, respons cepat, serta dukungan sistem monitoring berbasis data secara real time,” ujar Pratikno.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti kepatuhan masyarakat sebagai kunci menekan angka kecelakaan. Ia mendorong penggunaan skema kerja fleksibel dan diskon tol untuk meratakan kepadatan.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Work From Anywhere (WFA) maupun diskon tarif tol sehingga bisa mengurangi kepadatan saat puncak arus balik,” ucap Dudy.
Dudy juga mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan pengemudi kendaraan barang terhadap pembatasan operasional sesuai SKB yang berlaku hingga 29 Maret 2026, sebuah langkah preventif untuk mengurangi risiko di jalan.
Imbauan Akhir untuk Perjalanan Aman
Sebagai penutup, Jasa Marga kembali mengeluarkan imbauan standar keselamatan yang tetap relevan: merencanakan perjalanan, menghindari jam puncak, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi prima, serta taat pada rambu dan petugas. Pesan ini, meski sering diulang, menjadi pengingat final bahwa keselamatan perjalanan arus balik adalah tanggung jawab bersama antara regulator dan pengguna jalan. Dengan koordinasi ketat dan kedisiplinan, diharapkan gelombang terakhir pemudik ini dapat tiba di tujuan dengan selamat.
Artikel Terkait
Arab Saudi Kecam Serangan Iran dan Gangguan di Selat Hormuz di Forum PBB
Al-Ittihad dan Al-Qadsiah Bersiap Perang Tawaran untuk Mohamed Salah
ASDP Operasikan Pelabuhan Timur Indonesia 24 Jam Selama Mudik Lebaran 2026
Operasi Ketupat Lodaya Catat 826 Ribu Kendaraan Roda Empat Padati Puncak