Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Tewas Terinfeksi Virus Panleukopenia

- Kamis, 26 Maret 2026 | 15:50 WIB
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Tewas Terinfeksi Virus Panleukopenia

PARADAPOS.COM - Dua anak harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) bernama Huru dan Hara, berusia delapan bulan, mati di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) pada akhir Maret 2026. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan penyebab kematiannya adalah infeksi virus Panleukopenia, penyakit yang sangat berbahaya bagi satwa liar. Upaya penyelamatan maksimal oleh tim medis lintas instansi akhirnya tak mampu menyelamatkan kedua satwa langka tersebut.

Upaya Kolaboratif Tak Mampu Selamatkan Satwa

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, di Kota Bandung. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh langkah penanganan medis telah dilakukan secara maksimal, melibatkan kolaborasi erat antara Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, hingga tenaga medis dari kebun binatang. Sayangnya, hasilnya tak sesuai harapan.

“Secara umum keduanya terinfeksi Panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” tutur Eri.

Dalam pernyataannya, Eri juga menyampaikan duka mendalam yang dirasakan, mengingat kedekatan emosional masyarakat dengan satwa-satwa tersebut. “Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” ungkapnya.

Gejala Klinis dan Langkah Isolasi

Virus Panleukopenia diketahui menyerang sistem pencernaan dan kekebalan tubuh dengan ganas. Pada Huru dan Hara, gejala yang tampak cukup jelas dan mengkhawatirkan, termasuk muntah, diare parah, hingga ditemukannya darah pada feses. Menyadari bahaya tersebut, tim penanganan langsung mengambil langkah cepat.

Begitu gejala klinis teramati, kedua anak harimau itu segera dipindahkan ke kandang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif dan mencegah potensi penularan yang lebih luas. Kendati demikian, asal-usul penularan virus masih dalam penyelidikan.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif,” jelas Eri Mildranaya, menekankan bahwa virus tersebut dapat berasal dari berbagai faktor lingkungan.

Profil Singkat Huru dan Hara

Hara dan Huru merupakan saudara kandung yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk harimau Benggala bernama Sahrulkan (jantan) dan Jelita (betina). Kehadiran mereka sempat menjadi kebanggaan koleksi Bandung Zoo sebelum akhirnya harus berpulang secara beruntun: Hara pada Selasa, 24 Maret 2026, disusul Huru dua hari kemudian, Kamis, 26 Maret 2026.

Peristiwa ini menyisakan duka sekaligus menjadi pengingat betapa rentannya satwa langka yang berada dalam penangkaran terhadap ancaman penyakit. Kejadian ini juga menyoroti kompleksitas dan tantangan nyata dalam upaya konservasi satwa dilindungi, di mana kewaspadaan kesehatan dan biosekuriti menjadi hal yang mutlak.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar