PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta resmi menutup perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang, Jakarta, pada Kamis. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar, menyusul tingginya frekuensi insiden hampir tabrakan di titik-titik tersebut. Penutupan dilakukan di dua titik perlintasan liar di kawasan RT 01 dan RT 03, yang jaraknya hanya sekitar 50 meter.
Rutinitas Tahunan demi Keselamatan
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menjelaskan bahwa penutupan perlintasan liar ini bukanlah kebijakan dadakan. Menurutnya, program ini sudah berjalan secara rutin setiap tahun. “Sebenarnya kita sudah punya program setiap tahun ada penutupan perlintasan liar karena dari pengalaman setiap hari nih hampir ada tabrakan, bukan tabrakan ya orang-orang nabrak kereta,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Deddy menekankan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang hampir selalu dipicu oleh pengguna jalan yang nekat menerobos. Ia memberikan perspektif yang jarang disadari publik. “Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta, itu adalah kebalikannya orang yang nabrak kereta karena kereta gak bisa menghindar gitu ya,” tuturnya.
Batas Kewenangan dan Solusi Alternatif
Meski tegas dalam penutupan, Deddy mengakui bahwa kewenangan PT KAI terbatas pada aspek keselamatan perjalanan kereta api. Pihaknya tidak bisa serta-merta menyediakan fasilitas pengganti bagi warga. “Di KAI itu tidak ada solusi, solusi hanya nutup aja untuk keamanan kereta api. Sedangkan solusi untuk fasilitas warga itu adalah kewenangan yang lain, seperti di Dishub dan pemda tapi kita selalu koordinasi kita akan nutup ini, tolong diinformasi diberikan fasilitas alternatif untuk penutupan ini,” jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan adanya celah koordinasi antarinstansi yang perlu dijembatani. KAI hanya bisa menutup, sementara penyediaan akses alternatif, seperti jembatan penyeberangan atau underpass, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan.
Dukungan dari Pemerintah Kelurahan
Langkah KAI ini mendapat sambutan positif dari pihak kelurahan setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Samtopri, menilai program penutupan ini sangat tepat sasaran. “Ini kan minggu yang lalu sudah diinfokan ke kami. Saya rasa program ini bagus ya baik. Karena saya lihat perlintasan yang ini terlalu rapat,” katanya.
Samtopri mengidentifikasi setidaknya ada lima titik perlintasan liar di wilayahnya yang kerap digunakan. “Ada kurang lebih 5 titik itu perlintasannya dilintasi oleh pejalan kaki dan sepeda motor,” ujarnya. Ia pun mengajak warga untuk mendukung penertiban ini demi keselamatan bersama.
“Jadi kita sampaikan kepada masyarakat, bahwasanya program ini adalah untuk kebaikan kita semua. Nanti setelah program ini berjalan, mari kita dukung, mari kita bantu terutama PT KAI dalam menertibkan lintasan-lintasan pejalan kaki dan sepeda motor yang ada di Kebon Baru ini,” ungkapnya.
Di lapangan, suasana penutupan berlangsung tertib. Petugas memasang pagar pembatas dan rambu-rambu peringatan di kedua sisi rel. Warga sekitar tampak berkerumun mengamati prosesi tersebut, sebagian di antaranya terlihat berdiskusi dengan petugas mengenai akses alternatif yang akan disediakan.
Artikel Terkait
BNN-Polri Gerebek Kampung Narkoba di Labuhanbatu Utara, Amankan Tujuh Tersangka dan Rp188 Juta
Lonjakan Penumpung Kereta Api di Jawa Timur Capai Puluhan Ribu Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Xi Jinperingatkan Risiko Bentrokan dengan AS Jika Isu Taiwan Salah Ditangani
Gubernur Jabar Temukan Penjualan Miras Ilegal Saat Tertibkan PKL di Bandung