PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut pada Rabu (14/5/2026). Didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, kunjungan ini bertujuan meninjau langsung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan serta mengevaluasi kontribusi lapas terhadap ketahanan pangan nasional.
Program Ketahanan Pangan yang Mandiri
Dalam kunjungan tersebut, Asep Kurnia menyoroti keberhasilan program ketahanan pangan yang berjalan di Lapas Garut. Ia menilai produk-produk yang dihasilkan sudah maksimal dan berjalan dengan baik. Salah satu yang paling menonjol adalah peternakan ayam petelur.
“Ada yang menonjol ketahanan pangan di lapas Garut ini yaitu peternakan ayam petelur, dimana pakan ayamnya semua tidak beli dari luar tapi hasil buatan warga binaan lapas Garut sendiri,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa proses produksi pakan ayam dikerjakan oleh warga binaan yang sudah ahli di bidangnya. Hasilnya pun dinilai luar biasa. Selain itu, para warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini akan mendapatkan premi sebagai bentuk apresiasi.
“Tentu dalam memproduksi pakan ayam sendiri dari warga binaan yang sudah ahli, dan hasilnya pun begitu luar biasa di sini bisa di lihat dalam mempekerjakan warga binaan dia nanti juga akan mendapatkan premi dari kegiatan itu,” tambah Asep.
Kualitas Telur yang Istimewa
Asep juga mengaku penasaran dengan kualitas telur yang dihasilkan. Ia pun turun langsung ke kandang untuk mengambil dan memeriksa telur-telur tersebut. Hasilnya, ia menemukan satu telur yang memiliki dua kuning telur di dalamnya.
“Pas saya terjun ke kandang dan ambil telur Alhamdulillah terlihat ada satu telur isinya kuningnya ada dua, Jadi saya pecahkan dua, dapat tiga kuningnya sangat pres lagi, tidak terlalu besar telurnya, tidak juga terlalu kecil, Enak lagi saat dikonsumsi,” imbuh dia.
Temuan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa manajemen peternakan di lapas tersebut berjalan dengan baik dan menghasilkan produk berkualitas.
Kalapas Garut: Role Model Pemasyarakatan
Lebih lanjut, Asep memuji dedikasi Kepala Lapas Garut dalam mengelola program pembinaan. Ia menilai Kalapas Garut sangat perhatian dan penuh dedikasi terhadap program yang dijalankan warga binaan.
“Kalapas di sini sangat luar biasa, sangat care, penuh dengan dedikasi. Sehingga saya sampaikan bahwa Pak Kalapas ini merupakan salah satu role model di jajaran pemasyarakatan yang bisa dijadikan rujukan karena selama ini juga banyak kalapas-kalapas yang saya minta untuk bisa berkunjung ke Garut, tentang bagaimana mengelola ketahanan pangan atau manajemennya ketahanan pangan karena itu tidak mudah untuk bisa dibanding ke Garut,” tutur dia.
Ia menegaskan bahwa Kalapas Garut sudah jauh lebih baik dan layak dijadikan rujukan, baik dari sisi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tusi) maupun dalam menjaga kondisi ketertiban dan keamanan.
“Kalapas Garut sudah jauh lebih baik dan bisa dijadikan sebagai rujukan dari sisi pelaksanaan Tusi bagaimana menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di Lapas Garut. Selain itu juga dalam proses pembinaannya juga bisa memberdayakan warga binaan sehingga warga binaan ketika nanti keluar dia memiliki keahlian dan juga memperoleh sedikit penghasilan. Sehingga paling tidak setelah dia keluar nanti itu akan dapat bekal,” lanjut dia.
Dengan adanya program ini, para warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga bekal penghasilan yang dapat digunakan setelah mereka bebas nanti.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah di Lapas Cilegon, Pastikan Fasilitas Warga Binaan Setara
Kementerian Haji Perketat Pengawasan Kesehatan Usai 24 Jemaah Haji Meninggal
Ibu Rumah Tangga di Palangka Raya Dibacok ODGJ yang Kehabisan Obat, Korban Kritis di ICU