Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim dan Bela Serangan ke Fasilitas AS

- Jumat, 27 Maret 2026 | 06:25 WIB
Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim dan Bela Serangan ke Fasilitas AS

PARADAPOS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan solidaritas negara-negara Muslim dalam sebuah percakapan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Kamis (26/3) malam. Dalam pembicaraan itu, Pezeshkian membahas serangan Iran baru-baru ini ke fasilitas militer AS di Timur Tengah, yang disebutnya sebagai respons sah, sambil mengapresiasi dukungan Malaysia. Ia juga menegaskan komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, seraya menuding Barat menggunakan isu nuklir sebagai dalih untuk menyerang kedaulatannya.

Seruan Persatuan di Tengah Ketegangan

Dalam situasi geopolitik yang memanas, Presiden Pezeshkian secara khusus mengingatkan agar negara-negara Muslim tidak terpecah belah. Ia memandang ancaman perpecahan sebagai risiko nyata yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak di luar dunia Islam. Pesannya jelas: solidaritas adalah kunci untuk mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga stabilitas kawasan.

Pezeshkian menekankan bahwa negara-negara Muslim tidak boleh membiarkan musuh-musuh dunia Islam memanfaatkan isu ini untuk menabur perpecahan dan menyulut api perang di seluruh kawasan.

Pembenaran atas Serangan Militer

Pezeshkian secara terbuka membahas operasi militer Iran yang menjadi sorotan internasional. Dalam penjelasannya, ia menempatkan aksi tersebut dalam kerangka hukum dan pembelaan diri, sebuah narasi yang konsisten dengan pernyataan resmi Tehran selama ini. Pandangan ini tentu saja bertolak belakang dengan persepsi yang berkembang di banyak ibu kota negara Barat.

Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian menyebut serangan Iran terhadap pangkalan dan pusat-pusat militer AS di Timur Tengah sebagai respons alami dan sah terhadap serangan ke Republik Islam tersebut.

Apresiasi untuk Posisi Malaysia

Di tengah berbagai tekanan diplomatik, Iran tampaknya melihat dukungan dari Malaysia sebagai hal yang signifikan. Pezeshkian menyampaikan penghargaannya atas sikap Kuala Lumpur, yang dinilainya berdasar pada prinsip. Dukungan semacam ini memperlihatkan dinamika hubungan di antara negara-negara mayoritas Muslim dalam merespons konflik di Timur Tengah.

Presiden Iran itu pun menyampaikan apresiasi atas posisi yang berprinsip dari pemerintah dan rakyat Malaysia dalam mengutuk agresi AS-Israel terhadap Iran.

Penegasan Ulang Soal Program Nuklir

Isu program nuklir Iran kembali mencuat dalam pembicaraan ini. Pezeshkian dengan tegas menyangkal semua tuduhan Barat, sebuah sikap yang telah berulang kali disampaikan oleh berbagai pejabat Iran dalam beberapa tahun terakhir. Ia merujuk pada laporan badan pengawas atom PBB sebagai dasar untuk argumentasinya, mencoba mengalihkan fokus dari sanksi internasional ke perihal kedaulatan nasional.

Menegaskan kembali kebijakan Iran yang telah lama dipegang, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak pernah berupaya untuk memperoleh senjata nuklir -- sebuah fakta yang berulang kali dikonfirmasi oleh berbagai laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Lebih lanjut, ia pun menolak klaim Barat tentang ambisi nuklir Iran dan menyebutnya sebagai dalih palsu yang digunakan untuk membenarkan serangan ilegal terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar